<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kisah Mesum</title>
	<atom:link href="http://kisahmesum.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kisahmesum.com</link>
	<description>Kumpulan Kisah Mesum</description>
	<lastBuildDate>Mon, 02 Aug 2010 19:00:56 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0</generator>
		<item>
		<title>Bercinta Dengan Istri Konglomerat</title>
		<link>http://kisahmesum.com/umum/bercinta-dengan-istri-konglomerat.html</link>
		<comments>http://kisahmesum.com/umum/bercinta-dengan-istri-konglomerat.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Aug 2010 19:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Bercinta Dengan Istri Konglomerat]]></category>
		<category><![CDATA[Pak Erwan]]></category>
		<category><![CDATA[Pak Harry]]></category>
		<category><![CDATA[Pak Robert]]></category>
		<category><![CDATA[Santi]]></category>
		<category><![CDATA[Susan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahmesum.com/?p=405</guid>
		<description><![CDATA[KisahMesum.Com : Aku sedang menyantap makan siang di sebuah cafe yang terletak di lantai dasar gedung kantorku. Hari itu aku ditemani Pak Erwan, manajer IT perusahaanku dan Lia, sekretarisku. Biasanya aku makan siang hanya dengan Lia, sekretarisku, untuk kemudian dilanjutkan dengan acara bobo siang sejenak sebelum kembali lagi ke kantor. Tetapi hari itu sebelum aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KisahMesum.Com</strong> : Aku sedang menyantap makan siang di sebuah cafe yang terletak di lantai dasar gedung kantorku. Hari itu aku ditemani Pak Erwan, manajer IT perusahaanku dan Lia, sekretarisku. Biasanya aku makan siang hanya dengan Lia, sekretarisku, untuk kemudian dilanjutkan dengan acara bobo siang sejenak sebelum kembali lagi ke kantor. Tetapi hari itu sebelum aku pergi, Pak Erwan ingin bertemu untuk membicarakan proyek komputerisasi, sehingga aku ajak saja dia untuk bergabung menemaniku makan siang.</p>
<p><span id="more-405"></span></p>
<p>Aku dan Pak Erwan berbincang-bincang mengenai proyek implementasi software dan juga tambahan hardware yang diperlukan. Memang perusahaanku sedang ingin mengganti sistem yang lama, yang sudah tidak dapat memenuhi kebutuhan perusahaan yang terus berkembang. Sedangkan Lia sibuk mencatat pembicaraan kita berdua.</p>
<p>Sedang asyik-asyiknya menyantap steak yang kupesan, tiba-tiba HPku berbunyi. Kulihat caller idnya.. Dari Santi.</p>
<p>&#8220;Hallo Pak Robert. Kapan nih kesini lagi&#8221; suara merdu terdengar diseberang sana.<br />
&#8220;Oh iya. Nanti sebentar lagi saya ke sana. Saya sedang makan siang nih. Bapak tunggu sebentar ya&#8221; jawabku.<br />
&#8220;He.. He.. Sedang nggak bisa ngomong ya Pak&#8221; Santi menggoda.<br />
&#8220;Betul Pak.. OK sampai ketemu sebentar lagi ya&#8221; kataku sambil menutup pembicaraan.<br />
&#8220;Dari klien&#8221; kataku.</p>
<p>Aku sangat hati-hati tidak mau affairku dengan Santi tercium oleh mereka. Hal ini mengingat Pak Arief, suami Santi, adalah manajer keuangan di kantorku. Kebetulan Pak Arief ini sedang aku kirim training ke Singapore, sehingga aku bisa leluasa menikmati istrinya.</p>
<p>Seusai menikmati makan siang, aku berkata pada Lia bahwa aku akan langsung menuju tempat klienku. Seperti biasa, aku minta supaya aku tidak diganggu kecuali kalau ada emergency. Kamipun berpisah.. Mereka kembali ke lantai atas untuk bekerja, sedangkan aku langsung menuju tempat parkir untuk berangkat mengerjai istri orang he.. He..</p>
<p>Setelah kesal karena terjebak macet, sampai jugalah aku di rumah Santi. Hari sudah menjelang sore. Bayangkan saja, sudah beberapa jam aku di jalan tadi. Segera kuparkirkan Mercy silver metalik kesayanganku, dan memencet bel rumahnya. Santi sendiri yang membukakan pintu. Dia tersenyum gembira melihat kedatanganku.</p>
<p>&#8220;Aih.. Pak Robert kok lama sih&#8221; katanya.<br />
&#8220;Iya.. Tadi macet total tuh.. Rumah kamu sih jauh.. Mungkin di peta juga nggak ada&#8221; candaku.<br />
&#8220;Bisa aja Pak Robert..&#8221; jawab Santi sambil tertawa kecil.</p>
<p>Dia tampak cantik dengan baju &#8220;you can see&#8221; nya yang memperlihatkan lengannya yang mulus. Buah dadanya tampak semakin padat dibalik bajunya. Mungkin karena sudah beberapa hari ini aku remas dan hisap sementara suaminya aku &#8220;asingkan&#8221; di negeri tetangga.</p>
<p>Kamipun masuk ke dalam rumah dan aku langsung duduk di sofa ruang keluarganya. Santi menyuguhkan orange juice untuk menghilangkan dahagaku. Nikmat sekali meminum orange juice itu setelah lelah terjebak macet tadi. Dahagakupun langsung hilang, tetapi setelah melihat Santi yang cantik, dahagaku yang lainpun muncul. Aku masih bernafsu melihat Santi, meskipun telah lima hari berturut-turut aku setubuhi dia.</p>
<p>Kucium bibirnya sambil tanganku mengelus-elus pundaknya. Ketika aku akan membuka bajunya, dia menahanku.</p>
<p>&#8220;Pak.. Santi ada hadiah nih untuk bapak&#8221;<br />
&#8220;Apaan nih?&#8221; jawabku senang.<br />
&#8220;Ini ada teman Santi yang mau kenal sama bapak. Orangnya cantik banget.&#8221;</p>
<p>Lalu dia bercerita kalau dia berkenalan dengan seorang wanita, Susan, saat dia sedang berolahraga di gym. Setelah mulai akrab, merekapun bercerita mengenai kehidupan seks mereka. Singkat cerita, Susan menawarkan untuk berpesta seks sambil bertukar pasangan di rumah mereka.</p>
<p>&#8220;Dia ingin coba ini bapak. Katanya belum pernah lihat yang sebesar punya Pak Robert&#8221; kata Santi sambil meraba-raba kemaluanku.<br />
&#8220;Saya sih OK saja&#8221; jawabku riang.<br />
&#8220;Oh ya.. Nanti pura-pura saja Pak Robert suamiku&#8221; kata Santi sambil pamit untuk menelpon kenalan barunya itu.</p>
<p>Aku dan Santi kemudian meluncur menuju rumah Susan di kawasan Kemang. Untung jalanan Jakarta sudah agak lengang. Tak lama kamipun sampai di rumahnya yang luas. Seorang satpam tampak membukakan pintu garasi. Santipun menjelaskan kalau kami sudah ada janji dengan majikannya. Susan menyambut kami dengan ramah.</p>
<p>&#8220;Ini perkenalkan suami saya&#8221;</p>
<p>Seorang laki-laki paruh baya dengan kepala agak botak memperkenalkan diri. Namanya Harry, seorang pengusaha properti yang sukses. Santipun memperkenalkan diriku pada mereka.</p>
<p>Aku kagum pada rumah mereka yang sangat luas. Dengan perabot-perabot yang mahal, juga koleksi lukisan-lukisan pelukis terkenal yang tergantung di dinding. Bayangkan saja betapa kayanya mereka, karena orang sekelas aku saja kagum melihat rumahnya yang sangat wah itu.</p>
<p>Tetapi aku lebih kagum melihat Susan. Wanita ini memang cantik sekali. Terutama kulitnya yang putih dan mulus sekali. Ibaratnya kalau dihinggapi nyamuk, si nyamuk akan jatuh tergelincir. Disamping itu bodynya tampak seksi sekali dengan buah dada yang besar dan bentuk tubuh yang padat. Sekilas mengingatkan aku pada bintang film panas di jaman tahun 80-an.. Entah siapa namanya itu.</p>
<p>Merekapun menyuguhkan makan malam. Kamipun bercerita basa-basi ngalor ngidul sambil menikmati hidangan yang disediakan. Ditengah makan malam itu, Santi pamit untuk ke toilet. Dengan matanya dia mengajakku untuk mengikuti dia.</p>
<p>&#8220;Pak, habis ini pulang aja yuk&#8221; kata Santi berbisik perlahan setelah keluar dari ruang makan.<br />
&#8220;Kenapa?&#8221; tanyaku.<br />
&#8220;Habisnya Santi nggak nafsu lihat Pak Harry itu. Sudah tua, botak, perutnya buncit lagi&#8221;.</p>
<p>Aku tertawa geli dalam hati. Tetapi aku tentu saja tidak menyetujui permintaan Santi. Aku sudah ingin menikmati istri Pak Harry yang cantik sekali seperti boneka itu. Kupaksa saja Santi untuk kembali ke ruang makan.</p>
<p>Setelah makan, kamipun ke ruang keluarga sambil nonton video porno untuk membangkitkan gairah kami. Tak lama, seorang gadis pembantu kecil datang untuk menyuguhkan buah-buahan. Tetapi mungkin karena kaget melihat adegan di layar TV home theater itu, tanpa sengaja dia menjatuhkan gelas kristal sehingga pecah berkeping-keping. Kulihat tampak Susan melotot memarahi pembantunya itu, sedangkan si pembantu kecil itu tampak ketakutan sambil meminta maaf berkali-kali.</p>
<p>Adegan di TV tampak semakin hot saja. Tampak Pak Harry mulai mengerayangi tubuh Santi di sofa seberang. Sedangkan Santi tampak ogah-ogahan melayaninya.</p>
<p>&#8220;Sebentar Pak.. Santi mau lihat filmnya dulu&#8221;</p>
<p>Aku tersenyum mendengar alasan Santi ini. Sementara itu Susan minta ijin ke dapur sebentar. Akupun mencoba menikmati adegan di layar TV. Meskipun sebenarnya aku tidak perlu lihat yang seperti ini, mengingat tubuh Susan sudah sangat mengundang gairahku. Tak lama akupun merasa ingin buang air kecil, sehingga akupun pamitan ke belakang.</p>
<p>Setelah dari toilet, aku berjalan melintasi dapur untuk kembali ke ruang keluarga. Kulihat di dalam, Susan sedang berkacak pinggang memarahi gadis kecil pembantunya tadi.</p>
<p>&#8220;Ampun non.. Sri nggak sengaja&#8221; si gadis kecil memohon belas kasihan pada majikannya, Susan yang cantik itu.<br />
&#8220;Nggak sengaja nggak sengaja. Enak saja kamu bicara ya. Itu gelas harganya lebih dari setahun gaji kamu tahu!!&#8221; bentak Susan.<br />
&#8220;Gajimu aku potong. Biar tau rasa kamu..&#8221;</p>
<p>Si gadis kecil itu terdiam sambil terisak-isak. Sementara wajah Susan menampakkan kepuasan setelah mendamprat pembantunya habis-habisan. Mungkin betul kata orang, kalau wanita kurang dapat menyalurkan hasrat seksualnya, cenderung menjadi pemarah. Melihat adegan itu, aku kasihan juga melihat si gadis pembantu itu. Tetapi entah mengapa justru hasrat birahiku semakin timbul melihat Susan yang sepertinya lemah lembut dapat bersikap galak seperti itu.</p>
<p>&#8220;Dasar bedinde.. Verveillen!!&#8221; Susan masih terus berkacak pinggang memaki-maki pembantunya. Dengan tubuh yang putih bersih dan tinggi, kontras sekali melihat Susan berdiri di depan pembantunya yang kecil dan hitam.<br />
&#8220;Ampun non.. Nggak akan lagi non..&#8221;<br />
&#8220;Oh Pak Robert..&#8221; kata Susan ketika sadar aku berada di pintu dapur. Diturunkannya tangan dari pinggangnya dan beranjak ke arahku.<br />
&#8220;Sedang sibuk ya?&#8221; godaku.<br />
&#8220;Iya nih sedang kasih pelajaran ik punya pembantu&#8221; jawabnya sambil tersenyum manis.<br />
&#8220;Yuk kita kembali&#8221; lanjutnya.</p>
<p>Kamipun kembali ke ruang keluarga. Kulihat Santi masih menonton adegan di layar sementara Pak Harry mengelus-elus pahanya. Aku dan Susanpun langsung berciuman begitu duduk di sofa. Aku melakukan &#8220;french kiss&#8221; dan Susanpun menyambut penuh gairah.</p>
<p>Kutelusuri lehernya yang jenjang sambil tanganku meremas buah dadanya yang membusung padat. Susanpun melenguh kenikmatan. Tangannya meremas-remas kemaluanku. Dia kemudian jongkok di depanku yang masih duduk di sofa, sambil membuka celanaku. Celana dalamku dielusnya perlahan sambil menatapku menggoda. Kemudian disibakkannya celana dalamku ke samping sehingga kemaluankupun mencuat keluar.</p>
<p>&#8220;Oh..my god.. Bener kata Santi.. Very big.. I like it..&#8221; katanya sambil menjilat kepala kemaluanku.</p>
<p>Kemudian dibukanya celana dalamku, sehingga kemaluankupun bebas tanpa ada penghalang sedikitpun di depan wajahnya. Dielus-elusnya seluruh kemaluan termasuk buah zakarku dengan tangannya yang halus. Tingkah lakunya seperti anak kecil yang baru mendapat mainan baru.</p>
<p>Kemaluankupun mulai dihisap mulut Susan dengan rakus. Sambil mengulum dan menjilati kemaluanku, Susan mengerang,emmhh.. emhh, seperti seseorang yang sedang memakan sesuatu yang sangat nikmat. Kuelus-elus rambutnya yang hitam dan diikat ke belakang itu.</p>
<p>Sambil menikmati permainan oral Susan, kulihat suaminya sedang mendapat handjob dari Santi. Tampak Santi mengocok kemaluan Pak Harry dengan cepat, dan tak lama terdengar erangan nikmat Pak Harry saat dia mencapai orgasmenya. Santipun kemudian meninggalkan Pak Harry, mungkin dia pergi ke toilet untuk membersihkan tangannya.</p>
<p>Sementara itu Susan masih dengan bernafsu menikmati kemaluanku yang besar. Memang kalau kubandingkan dengan kemaluan suaminya, ukurannya jauh berbeda. Apalagi setelah dia mengalami orgasme, tampak kemaluan Pak Harry sangat kecil dan tertutup oleh lemak perutnya yang buncit itu. Tak heran bila istrinya sangat menikmati kemaluanku.</p>
<p>Tak lama Santipun kembali muncul di ruang itu, dan menghampiriku. Susan masih berjongkok di depanku sambil mempermainkan lidahnya di batang kemaluanku. Santi duduk di sampingku dan mulai menciumiku. Dibukanya bajuku dan puting dadakupun dihisapnya. Nikmat sekali rasanya dihisap oleh dua wanita cantik istri orang ini. Seorang di atas yang lainnya di bawah. Sementara Pak Harry tampak menikmati pemandangan ini sambil berusaha membangkitkan kembali senjatanya yang sudah loyo.</p>
<p>Kuangkat baju Santi dan juga BHnya, sehingga buah dadanya menantang di depan wajahku. Langsung kuhisap dan kujilati putingnya. Sementara tanganku yang satu meremas buah dadanya yang lain. Sementara Susan masih mengulum dan menjilati kemaluanku.</p>
<p>Setelah puas bermain dengan kemaluanku, Susan kemudian berdiri. Dia kemudian melepaskan pakaiannya hingga hanya kalung berlian dan hak tingginya saja yang masih melekat di tubuhnya. Buah dadanya besar dan padat menjulang, dengan puting yang kecil berwarna merah muda. Aku terkagum dibuatnya, sehingga kuhentikan kegiatanku menghisapi buah dada Santi. Susan kemudian menghampiriku dan kamipun berciuman kembali dengan bergairah.</p>
<p>&#8220;Ayo isap susu ik &#8221; pintanya sambil menyorongkan buah dada sebelah kanannya ke mulutku. Tak perlu dikomando lagi langsung kuterkam buah dadanya yang kenyal itu. Kuremas, kuhisap dan kujilati sepuasnya. Susanpun mengerang kenikmatan.</p>
<p>Setelah itu, dia kembali berdiri dan kemudian berbalik membelakangiku. Diapun jongkok sambil mengarahkan kemaluanku ke dalam vaginanya yang berambut tipis itu. Kamipun bersetubuh dengan tubuhnya duduk di atas kemaluanku menghadap suaminya yang masih berusaha membangunkan perkakasnya kembali. Kutarik tubuhnya agak kebelakang sehingga aku dapat menciumi kembali bibirnya dan wajahnya yang cantik itu.</p>
<p>&#8220;Eh.. Eh.. Eh..&#8221; dengus Susan setiap kali aku menyodokkan kemaluanku ke dalam vaginanya. Aku terus menyetubuhinya sambil meremas-remas buah dadanya dan sesekali menjilati dan menciumi pundaknya yang mulus.</p>
<p>Sementara itu Santi bersimpuh di ujung sofa sambil meraba-raba buah zakarku, sementara aku sedang menyetubuhi Susan. Terkadang dikeluarkannya kemaluanku dari vagina Susan untuk kemudian dikulumnya. Setelah itu Santi memasukkan kembali kemaluanku ke dalam liang surga Susan.</p>
<p>Setelah beberapa menit, aku berdiri dan kuminta Susan untuk menungging di sofa. Aku ingin menggenjot dia dari belakang. Kusetubuhi dia &#8220;doggy-style&#8221; sampai kalung berlian dan buah dadanya yang besar bergoyang-goyang menggemaskan. Kadang kukeluarkan kemaluanku dan kusodorkan ke mulut Santi yang dengan lahap menjilati dan mengulumnya. Benar-benar nikmat rasanya menyetubuhi dua wanita cantik ini.</p>
<p>&#8220;Ahh.. Yes.. Yes.. Aha.. Aha.. That&#8217;s right.. Aha.. Aha..&#8221; begitu erangan Susan menahan rasa nikmat yang menjalari tubuhnya. Hal itu menambah suasana erotis di ruangan itu.</p>
<p>Sementara Pak Harry rupanya telah berhasil membangunkan senjatanya. Dihampirinya Santi dan ditariknya menuju sofa yang lain di ruangan itu. Santipun mau tak mau mengikuti kemauannya. Memang sudah perjanjian bahwa aku bisa menikmati istrinya sedangkan Pak Harry bisa menikmati &#8220;istriku&#8221;.</p>
<p>Sementara itu, aku masih menggenjot Susan secara doggy-style. Sesekali kuremas buah dadanya yang berayun-ayun akibat dorongan tubuhku. Kulihat Pak Harry tampak bernafsu sekali menyetubuhi Santi dengan gaya missionary. Tak beberapa lama kudengar erangan Pak Harry. Rupanya dia sudah mencapai orgasme yang kedua kalinya.</p>
<p>Santipun tampak kembali pergi meninggalkan ruangan. Sementara aku masih menyetubuhi Susan dari belakang sambil berkacak pinggang. Setelah itu kubalikkan badannya dan kusetubuhi dia lagi, kali ini dari depan. Sesekali kuciumi wajah dan buah dadanya, sambil terus kugenjot vaginanya yang sempit itu.</p>
<p>&#8220;Ohh.. Aha.. Aha.. Ohh god.. I love your big cock..&#8221; Susan terus meracau kenikmatan.</p>
<p>Tak lamapun tubuhnya mengejang dan dia menjerit melepaskan segala beban birahinya. Akupun sudah hampir orgasme. Aku berdiri di depannya dan kusuruh dia menghisap kemaluanku kembali. Sementara, aku lirik ke arah Pak Harry, dia sedang memperhatikan istrinya mengulumi kemaluanku. Kuremas rambut Susan dengan tangan kiriku, dan aku berkacak pinggang dengan tangan kananku.</p>
<p>Tak lama akupun menyemburkan cairan ejakulasiku ke mulut Susan. Diapun menelan spermaku itu, walaupun sebagian menetes mengenai kalung berliannya. Diapun menjilati bersih kemaluanku.</p>
<p>&#8220;Thanks Robert.. I really enjoyed it&#8221; katanya sambil membersihkan bekas spermaku di dadanya.<br />
&#8220;No problem Susan.. I enjoyed it too.. Very much&#8221; balasku.</p>
<p>Setelah itu, kamipun kembali mengobrol beberapa saat sambil menikmati desert yang disediakan. Kamipun berjanji untuk melakukannya lagi dalam waktu dekat.</p>
<p>Dalam perjalanan pulang, Santi tampak kesal. Dia diam saja di dalam mobil. Akupun tidak begitu menghiraukannya karena aku sangat puas dengan pengalamanku tadi. Akupun bersenandung kecil mengikuti alunan suara Al Jarreau di tape mobilku.</p>
<p>&#8220;We&#8217;re in this love together..&#8221;<br />
&#8220;Kenapa sih sayang?&#8221; tanyaku ketika kami telah sampai di depan rumahnya.<br />
&#8220;Pokoknya Santi nggak mau lagi deh&#8221; katanya.<br />
&#8220;Habis Santi nggak suka sama Pak Harry. Udah gitu mainnya cepet banget. Santi nanggung nih.&#8221;</p>
<p>Akupun tertawa geli mendengarnya.</p>
<p>&#8220;Kok ketawa sih Pak Robert.. Ayo.. Tolongin Santi dong.. Santi belum puas.. Tadi Santi horny banget lihat bapak sama Susan make love&#8221; rengeknya.<br />
&#8220;Wah sudah malam nih.. Besok aja ya.. Lagian saya ada janji sama orang&#8221;.<br />
&#8220;Ah.. Pak Robert jahat..&#8221; kata Santi merengut manja.<br />
&#8220;Besok khan masih ada sayang&#8221; hiburku.<br />
&#8220;Tapi janji besok datang ya..&#8221; rengeknya lagi saat keluar dari mobilku.<br />
&#8220;OK so pasti deh.. Bye&#8221;</p>
<p>Sebenarnya aku tidak ada janji dengan siapa-siapa lagi malam itu. Hanya saja aku segan memakai Santi setelah dia disetubuhi Pak Harry tadi. Setidak-tidaknya dia harus bersih-bersih dulu.. He.. He.. Mungkin besok pagi saja aku akan menikmatinya kembali, karena Pak Arief toh masih beberapa hari lagi di luar negeri.</p>
<p>Kukebut mobilku mengarungi jalan tol di dalam kota. Semoga saja aku masih dapat melihat film bagus tayangan HBO di TV nanti.</p>
<p>*****</p>
<p>Bagi para pembaca, terutama para wanita, yang ingin berkenalan, dapat menghubungiku di alamat e-mailku.</p>
<p>E N D</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/selingkuh-hati-2.html" rel="bookmark" class="crp_title">Selingkuh Hati 2</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/selingkuh-hati-1.html" rel="bookmark" class="crp_title">Selingkuh Hati 1</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/selingkuh-hati-3.html" rel="bookmark" class="crp_title">Selingkuh Hati 3</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/sedarah/memuaskan-nafsu-keponakanku-1.html" rel="bookmark" class="crp_title">Memuaskan Nafsu Keponakanku &#8211; 1</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/sedarah/memuaskan-nafsu-keponakanku-2.html" rel="bookmark" class="crp_title">Memuaskan Nafsu Keponakanku &#8211; 2</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahmesum.com/umum/bercinta-dengan-istri-konglomerat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perselingkuhan 19 Jam 1</title>
		<link>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-1.html</link>
		<comments>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-1.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 06:23:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Perselingkuhan 19 Jam]]></category>
		<category><![CDATA[Tukang Madu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahmesum.com/?p=387</guid>
		<description><![CDATA[KisahMesum.Com : Ini adalah cerita seorang suami yang istrinya berselingkuh Pukul 14.00, Selasa Begitu buka pintu, istriku langsung berhadapan dengan seorang lelaki dengan perawakan sedang. Nampak matanya tajam menembusi mata istriku. Sesaat istriku terpana. Belum seutuhnya menyadari keadaan ketika lelaki itu mengucapkan, &#8216;Selamat siang, buu ..&#8217;, yang secara reflek dijawabnya &#8216;selamat siang&#8217;. &#8216;Madu bu, madu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KisahMesum.Com</strong> : Ini adalah cerita seorang suami yang istrinya berselingkuh</p>
<p>Pukul 14.00, Selasa </p>
<p><span id="more-387"></span></p>
<p>Begitu buka pintu, istriku langsung berhadapan dengan seorang lelaki dengan perawakan sedang. Nampak matanya tajam menembusi mata istriku. Sesaat istriku terpana. Belum seutuhnya menyadari keadaan ketika lelaki itu mengucapkan, &#8216;Selamat siang, buu ..&#8217;, yang secara reflek dijawabnya &#8216;selamat siang&#8217;. &#8216;Madu bu, madu asli Sumbawa, bagus untuk kesehatan sekeluarga. Murah saja bu, buat ongkos pulang&#8217;. Begitu lelaki itu langsung terus nyerocos. </p>
<p>Dan istriku, nggak tahu kenapa, dia tidak begitu mendengarkan omongannya tapi justru memperhatikan sosok lelaki tersebut. Tampak olehnya lelaki dibalut kulit kehitaman, alisnya tebal. Dan matanya yang tajam itu begitu terasa menusuki matanya. Dan anehnya jantungnya langsung deg-degan. Dia merasakan ada pesona membakar yang langsung melanda hatinya, perasaannya. Lelaki itu setengah baya, kira-kira 35 tahunan. Dengan baju kotak-kotak dan celana khakinya yang walaupun nampak agak kasar dan kumuh, lelaki itu begitu jantan. Dan itulah yang memuat jantung istriku deg-degan berdebar. </p>
<p>Tak pernah perasaan macam itu hadir di hati istriku. Sepanjang ini dia merupakan type istri yang sangat setia. Sebagai seorang perempuan tak pernah selintaspun hadir dalam hati dan pikirannya mengenai lelaki lain kecuali suaminya yang sangat dicintai dan hormatinya. </p>
<p>Tetapi kenapa sekarang ini tiba-tiba ada perasaan lain menghadapi lelaki ini. Pandangan mata lelaki itu, kenapa membuat jantungnya berdebar. Dan ahh .., lantas saat itu hadir kerinduannya pada sang suami. Bayangan belaian suami yang menelusuri tubuhnya. Hendusan nafasnya yang meniupi telinganya hingga bergidik birahinya bangkit bergetar. </p>
<p>&#8216;Bu, koq ibu nampak pucat, sakit ..??&#8217;, tiba-tiba istriku tersedar, &#8216; ..e ..ng..ngg..gak, nggak .. pa pa .. Ah maaf, silahkan masukk .., mari sini, silahkan duduk .. &#8216;, jawab istriku dengan gugup dan serta merta menyilahkan lelaki asing itu untuk memasuki rumahnya, yang kemudian langsung disusul perasaan menyesal, kenapa dia persilahkan orang asing memasuki kerumah dan bahkan mempersilahkan duduk. Rupanya istriku menjadi salah tingkah. Sesaat dia ingin menahan, &#8216;..eehh ..&#8217;, terpikir untuk mencabut ajakan masuk rumah tadi, tetapi ..perasaannya nggak enak setelah lelaki dengan botol-botol madunya itu masuk menaruh bawaannya dan duduk di sofa panjang ruang tamu. Sekali lagi dia ingat suaminya. Suaminya yang sering duduk di sofa tersebut sambil membaca koran atau majalah. Pada saat-saat seperti itu dia biasanya mendekat, menaruh tangannya dipangkuannya yang langsung disambut oleh suaminya dengan begitu mesra, dirangkulnya dan diciuminya. Terkadang ah .. belaian mesra kemudian berlanjut menjadi asyik masuk sebagaimana lelaki dan perempuan yang suami istri. </p>
<p>Dan lelaki asing itu sekarang duduk di sofa yang sama. Sesaat timbul rasa takut, siapa tahu dia mempunyai maksud-maksud jahat. Tetapi matanya itu, walaupun sosoknya agak kasar dari matanya itu nampaknya lelaki asing ini baik. Istriku merasa tidak perlu menampakkan cemas menghadapinya. &#8216;Duduk dulu ya mas, ..mau minum apa??&#8217; eehh ..bahkan selanjutnya dia juga menawarkan minum. Dan tanpa menunggu jawabannya istriku langsung ke dapur membuatkan minuman. </p>
<p>Saat hendak menyuguhkan, nalurinya mengingatkan untuk sedikit dandan, menata rambutnya, bajunya. Dia menuju ke kamar, kedepan kaca dan meja rias. Dipenghujung usianya yang 42 th. dirinya masih cantik, sebagaimana komentar banyak orang. Dia menyisir, menggunakan bando, memantas-mantaskan roknya, blusnya. Dan tidak lupa ..crot crot, sedikit minyak wangi di tubuhnya. Selintas terpikir ..mau apaa ini ..adakah jiwa petualangan di hatinya?? Mau ngapain kamu jengg ..?? Begitu pikirnya .. </p>
<p>&#8216;Ah, ibu jadi repot nih ..&#8217;, begitu basa-basi lelaki asing itu. &#8216;Nggaak ..ada koq, silahkan minum..&#8217;, dia sepertinya sengaja melemparkan senyuman, kemudian dia balik ke dapur mengembalikan nampan. Saat hendak balik menemui tamunya, terpikir ingin iseng sedikit. Dia masuk ke kamar. Ada celah kecil dari kamar dimana dia bisa mengintip lelaki itu. </p>
<p>Nampak olehnya lelaki itu mengambil cangkir teh dan menyeruput isinya .. Jelas kini. Kekumuhannya, mungkin karena menjadi orang jalanan, tidak mempengaruhi tampilannya yang sangat jantan. Wajahnya tidak cakep tetapi nampak wajah yang tegas dengan sedikit guratan kesungguhan pada dahinya dan kelopak bawah matanya. Dan pandangan matanya itu lhoo .. Aahh .., kenapa lelaki seperti itu cuma kerja jadi pedagang keliling jual madu .. Tetapi yah, ..siapa tahu .. Jakarta yang keras macam ini membuat sesorang harus berjuang untuk hidupnya ..dan melakukan apa saja yang suka atau tidak suka harus dilakukan untuk mempertahankan hidup. </p>
<p>Kini nampak dia itu duduk sedikit santai. Bersandar di jok sofa, kakinya selonjor kelantai dengan sedikit merenggangkan pahanya. Ahh .. Istriku kembali ingat suaminya ..begitulah duduknya sesaat pulang dari kantor. Debar jantung istriku bangkit kembali. Dia perhatikan celana khaki yang agaknya dekil itu. Tepat di daerah selangkangannya, nampak tonjolan menggunung. Dan yang membuat istriku semakin penasaran adalah, dengan tangannya yang nampak berotot, sesekali lelaki itu mengelusi tonjolan tersebut sambil matanya setengah meram seakan menikmati. </p>
<p>Uhh ..kenapa lelaki itu berbuat demikian..ah ..mungkin hanyalah kebiasaan. Tetapi bagi istriku hal tersebut membuat darahnya terpacu ke atas. Wajahnya menjadi nanar, matanya pasti memerah dan tanpa sengaja, lidahnya menjilati bibirnya dan kemudian menggigitnya. Dia menahan suatu gejolak ..gejolak birahi.. Perasaan yang sama seperti saat suaminya membelai kemudian mengendusi lehernya, hadir dari belakang celah sempit di kamarnya saat dia mengintip lelaki asing itu. Eehh .. kenapa sih aku ini ..? Setengah heran masih bertanya pada diri .. </p>
<p>Tiba-tiba terlintas olehnya akan ulah ngintipnya itu. Sejak SMP diantara teman-temannya dia sering disebut sebagai petualang. Memang, walaupun anak perempuan dia senang sekali dengan hal-hal petualangan. Dia naik gunung, jalan menyelusuri sungai, panjat tebing dsb. Bahkan di kotanya dia diangkat menjadi salah satu pengurus klub pecinta alam. Sudah begitu lama itu berlalu. Sejak berumah tangga kesenangan petualangan itu pupus sendiri. Sudah lupa. Dan kini, saat ngintip tamu asingnya itu dia ingat jiwa petualangan itu lagi. &#8216;Masih adakah jiwa itu padaku?&#8217;, setengah bertanya dalam hatinya. </p>
<p>Dan jawabannya adalah hati yang gemetar dan jantung yang degupnya sangat keras hingga seakan tubuhnya bergoyang. Dia ingat saat-saat ber-ada di suatu peristiwa panjat tebing. Saat itu dia harus menembus satu celah sulit, dan berhasil. Saat seperti itu ketegangan yang amat dirasakan memacu adrenalinnya. Dan ketegangan semacam itu saat ini dia rasakan kembali. Kerinduan akan petualangan masa muda tiba-tiba menyeruak dan menembusi relung-relung hati dan pikirannya. Kerinduan yang kembali memacu adrenalinnya. </p>
<p>Dan dia nggak bisa menolak kerinduan petualangan itu. Dia pengin. Pengin merasakan lagi, setidak-tidaknya untuk kali ini saja. Dia pengin kembali bertualang, merasakan adrenalinnya terpacu kembali. Tapi kali ini tantangannya beda. Bukan karang terjal. Bukan pucuk-pucuk gunung. Bukan pula jeram riam sungai-sungai. Kali ini adalah lelaki asing di lobang pengintaian itulah sasarannya. Dan inilah kesempatannya, mumpung suami sedang keluar kota dan pelayan kecilnya sedang menginap liburan di tempat kakaknya. Dan lelaki itu alangkah seksinya untuk begitu saja dilewatkan. Dari bulu alisnya yang hitam tebal dia bayangkan bagian-bagian tubuh lelaki itu juga akan menghitam dan tebal penuh bulu. Uhh ..bayangan itu .., fantasinya.., khayalannya macam itu .. sepertinya bukan baru sekarang munculnya. </p>
<p>Jauh didalam lubuk hatinya, selama ini sesungguhnyalah dia merindukan lelaki lain di luar suaminya. Lelaki lain yang lebih jantan, mungkin juga lebih kasar, lelaki yang lebih seksi yang bisa membangkitkan nafsu seksualnya ..yang lebih memahami gejolak birahinya. Dengan suaminya .. dia rasakan selama ini nggak pernah benar-benar mendapatkan sesuatu yang selalu ditunggu setiap perempuan, orgasme. Kepuasan puncak dalam hubungan seksual. </p>
<p>Sayang, walaupun tidak berarti kurang cinta dan hormatnya, suaminya tidak menunjukkan perhatiannya secara sungguh untuk hal ini. Dia kelewat sibuk dengan urusannya. Dia pikir perempuan hanya butuh materi, uang, perhiasan atau mobil, sebagaimana yang dia selalu penuhi untuk membahagiakan istrinya. </p>
<p>Begitulah kalau birahi menyerang seseorang. Segala hambatan dan rintangan berusaha ditembusi. Setiap yang salah dicari kambing hitamnya untuk mendapatkan pembenaran tingkah dirinya sendiri. Nafsu birahi hampir selalu egoistik. Dan kini, ketetapan istriku telah penuh. Kembali bertualang. Harus dapat. Dan sekarang. Inilah saat yang tepat dan untuk sasaran yang juga tepat. Masalahnya tinggal bagaimana cara melaksanakannya. Bagaimana dengan perasaan suaminya, seandainya suatu saat dia mengetahui .. aah .. &#8216;Jangan lagi bimbang&#8217;, Begitulah keputusannya. Dorongan nafsu yang sangat kuat membuat dia enggan untuk menghindar. Semua lainnya dia abaikan. Biarlah nalurinya nanti yang akan mencari jawaban. Dengan kepercayaan pada nalurinya itu, istriku menjadi lebih santai. Pelan-pelan disusupkannya tangannya ke dalam blusnya. Dia mainkan puting susunya. Dia bayangkan lelaki asing itu sesaat lagi akan mengisapnya. Lidahnya akan menjilati dan giginya akan menggigitinya. Ooohh, ampuunn ..nikmaatt .. </p>
<p>Khawatir berlama-lama sendirian, istriku beranjak keluar kamar untuk menemui tamunya. Tetapi sebelum keluar, naluri petualangannya mulai memberikan sinyal. Dia melangkah menuju lemari bajunya. Diambilnya rok model &#8216;midi kulot&#8217; dengan sedikit belahan pada ujung bawahnya yang mudah terlepas dari pinggulnya dan siap telanjang. Dengan sekali menarik resluitingnya dijamin rok itu akan langsung lepas ke lantai. Dan untuk atasannya, dia pilih blus dengan kain halus yang tipis. Kain itu akan mudah menampakkan kontur tubuhnya, buah dada dan bahunya yang bidang. &#8216;Kamu sangat seksi dengan baju itu, jeng&#8217;, begitu pujian suaminya suatu kesempatan. </p>
<p>***** </p>
<p>Pukul 14.12, Selasa </p>
<p>Berapa harga madunya, Mas ..?&#8217;, dia membuka omongan. Dan membuat lelaki tamu asingnya itu mendongak serta memperhatikan kehadirannya yang telah berganti pakaian untuk tamunya. Nampak keterperanjatan sesaat di matanya sebelum dia menjawab, ..&#8217;Hmm ..terserah ibu sajalah ..&#8217;, </p>
<p>&#8216;Lhoo, koq terserah .., n&#8217;tar Mas rugi lhoo ..&#8217;, sambil mendekat hingga sangat dekat, kemudian meraih salah satu botol madu, dengan maksud lain, yaitu menebarkan aroma parfum merangsangnya sebelum kemudian mengasongkan bokongnya ke kursi di depan tamunya. &#8216;Ahh nggaakk.. bbuat ibu sih nggak pa pa ..khan sya uu.. dah dissu.. ssuu..guhin minum segala ..&#8217;. Sahut penjual madu itu. Nah ..kelihatan sudah, suaranya nampak tergetar, walaupun dia berusaha untuk berkesan akrab dan menguasai diri. Dan ..matanya tidak lagi mampu lepas dari tubuh istriku. Memang kuakui, walaupun sudah cukup umur istriku masih amat seksi di mata para lelaki. Aku sendiri tak puas-puasnya selalu memandanginya, sampai dia suka merasa malu. Apa lagi kalau udah pakai baju lembut tipis dengan kulot sebagaimana yang nampak saat ini. </p>
<p>Istriku menyadari bahwa lelaki ini memperhatikan penampilannya. Aroma minyak wangi yang cukup semerbak pasti membuat tamu asingnya ini kelimpungan. Pasti dia memahami tingkah perempuan. Lelaki dengan tampilan macam dia pasti banyak perempuan yang memburunya. Dia pasti memiliki pengalaman dan memahami, kalau seorang perempuan yang saat pertemuan pertama tadi masih amburadul, kemudian sesaat masuk ke kamarnya dan keluar lagi menjadi rapi dan wangi, biasanya mempunyai kemauan dan harapan khusus. Hal macam ini pasti tidak asing bagi dia, lelaki jantan yang perempuan manapun melihat langsung terdongkrak birahinya. </p>
<p>&#8216;Apa sih khasiatnya madu ..??&#8217;, istriku bergaya genit manja setengah bertanya se-akan tidak tahu, memancing dan berharap bisa terjadinya dialog yang ..sebagaimana kalau bicara khasiat madu di antara para lelaki. &#8216;Banyak bu, .. Secara umum ini bagus untuk kesehatan .., dari anak-anak sampai dewasa baik minum ini ..&#8217;. &#8216;Secara khusus? ..apa?&#8217;, &#8216;Ah, ibu ..khan suami ibu juga tahu ..ini termasuk jamu sehat dan kuat buat bapak-bapak&#8217;. </p>
<p>Whoo ..pancingan omongan telah dilemparkan dan nampaknya umpan mulai dimakan. Bicara kekuatan lelaki. &#8216;Tapi, saya nggak pernah lihat buktinya, tuh ..!&#8217;, sanggah pura-pura istriku dengan umpan yang lebih kuat. &#8216;Tapi madu ini lain bu, .. Ini diambil khusus dari hutan. Ini yang namanya madu hutan. Lebahnya bisa menyerang siapapun yang mendekat. Para pengambil madu ini harus memilik keberanian dan pengalaman&#8217;. </p>
<p>Wahh .. bagaimana caranya menggiring buruan ini .., istriku berfikir keras. Dengan pura-pura serius mendengarkan, dia mulai bermain, melenggokkan bahu dan sesaat kemudian merenggangkan pahanya. Sementara tukang madu tadi mencuri pandang ke mata istriku, salah tingkah. Kemudian tangannya yang memegang botol madunya mengelus-elus leher botolnya, macam seseorang mengelus-elus alat vital. Tingkah tersebut nampak sangat erotis di mata istriku. Dan tukang madu itu rupanya juga sadar ..menggiring pembicaraan dan suaranya mulai terdengar parau, sementara tangannya terus mengelusi leher botol itu. &#8216;Bbb..bbu, ini buat bapak .. Bapak mana Bu ..?&#8217;, tiba-tiba dia menanyai suaminya .., setengah berbisik .., &#8216;Bapak sedang tugas ke Medan sampai hari Minggu nanti ..&#8217;, suara istriku juga ikut parau ..dan hatinya bergetar bersorak .., dia sudah yakin mangsanya masuk dalam jeratannya.</p>
<p>Bersambung Ke bagian 2</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-2.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 2</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-10.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 10</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-3.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 3</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-4.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 4</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-6.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 6</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-1.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perselingkuhan 19 Jam 2</title>
		<link>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-2.html</link>
		<comments>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-2.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 06:22:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Perselingkuhan 19 Jam]]></category>
		<category><![CDATA[Tukang Madu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahmesum.com/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[KisahMesum.Com : Sambungan Dari bagian 1 &#8216;Ehhmm, .. jadi ibu sendirian nih, ..&#8217;, &#8216;.. eehh.. ada pelayan ..tt..ttetappii..sedang sedang menginap di tempat kakaknya&#8217;, &#8216;..di mana ..?&#8217;, &#8216;..ddii..nggak jauh..&#8217;. &#8216;..ntarr..?! ,..&#8217;, &#8216;.. jangan khawatir, nggak balik hari ini, dia nginep 2 hari, pulang lusa ..&#8217;. aahh ..ternyata kemajuan mengalir begitu deras. Omong-omong kecil dalam bisikan ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KisahMesum.Com</strong> : Sambungan Dari bagian 1</p>
<p>&#8216;Ehhmm, .. jadi ibu sendirian nih, ..&#8217;, &#8216;.. eehh.. ada pelayan ..tt..ttetappii..sedang sedang menginap di tempat kakaknya&#8217;, &#8216;..di mana ..?&#8217;, &#8216;..ddii..nggak jauh..&#8217;. &#8216;..ntarr..?! ,..&#8217;, &#8216;.. jangan khawatir, nggak balik hari ini, dia nginep 2 hari, pulang lusa ..&#8217;. aahh ..ternyata kemajuan mengalir begitu deras. Omong-omong kecil dalam bisikan ini mendorong tangkapannya langsung menuju sasaran. Kemudian yang terjadi adalah saling pandang penuh arti. </p>
<p><span id="more-385"></span></p>
<p>&#8216;Begini bu, kalau suami dengan teratur minum madu, istrinya pasti senang karena selalu bisa dipuaskan setiap kali kumpul suami istri&#8217;. &#8216;Saya nggak ngerti, ..saya nggak pernah tahu ..&#8217;, hati istriku menjadi menderu-deru. Disilangkan pahanya, menunjukkan mulusnya. Sementara mata tukang madu melirik, nampak mulutnya sedikit menganga dan jakunnya naik turun. &#8216;..bagaimana bisaa .., khan hanya madu ..??&#8217;, istriku masih juga menggoda .. </p>
<p>&#8216;Begini saja bu, ..&#8217;, nampaknya tukang madu mulai berperan aktip, &#8216;..saya udah ngebuktiin, .. Istri saya bilang jangan saya berhenti minum madu, biar selalu kuat, keras dan tahan lama ..&#8217;, &#8216;A..aa..panya mas, yang ku..att ..?&#8217;, suara parau istriku yang gemetar dan menahan birahi sambil matanya memandang mata lelaki itu. Dan ketemu. Lagi-lagi saling pandang penuh arti. </p>
<p>Dan ..tiba-tiba, tukang madu ini menggeser duduknya, mendekati istriku dan meraih tangannya, langsung di rabakan ke arah selangkangannya. &#8216;..b..bbuu.., i..innii buktinya..&#8217;. </p>
<p>Walaupun sudah membaca yang akan terjadi, tapi peristiwa ini langsung menyergap mukanya. Wajahnya berasa sembab menahan getar dan jantungnya terpacu cepat. Suara dug dug dug menggoyang dadanya sendiri. Yaa .. dia mulai merasakan adrenalin yang sekian lama sudah tidak dia rasakan lagi. Kali ini terpacu dengan petualangan baru. Petualangan dalam nafsu dan birahi. &#8216;Jj ..jang..an .. Mass ..jangan.. saya takk..uutt, ..mm..aass&#8217;, sementara tak terhindarkan tangan itu telah di elus-eluskan ke tonjolan di selangkangan tukang madu, &#8216;.. ini..madunyaa..m..mbakk..&#8217;, omongannya tidak lengkap, dan tiba-tiba panggilannya berubah menjadi &#8216;mbak&#8217;. Rupanya lelaki ini yang juga sudah demikian menahan birahi .. dengan tangannya yang kasar dan berotot itu terus memegangi tangan lembut istriku dan menggosok-gosokkannya pada gunungan itu. </p>
<p>Dan pucuk dicinta ulam tiba. Yang dengan penuh harap telah ditunggu istriku kini datang. Se-akan menolak, tetapi enggan menariknya. Saat tangannya merasakan sentuhan hangat pada tonjolan di selangkangan tamu asingnya. Seperti terkena stroom ribuan watt, wajahnya memerah, matanya langsung memelototi tonjolan itu. Sesaat ingin ditariknya tapi enggan, birahinya yang datang menyergap membuat dia menikmatinya elusan tangannya pada tonjolan itu. Sementara sikapnya yang masih gengsi dan malu-malu mengerem sesaat untuk tidak terlampau aktip. Dan jantungnya semakin berdegup kuat, menahan gelora birahi dari petualangan yang baru baginya. Petualangan culas menyeleweng dan khianat terhadap suaminya yang sedang pergi menjalankan tugas dengan cara berhubungan dengan lelaki lain, asing dan sama sekali tidak dikenalnya. </p>
<p>Wwoo.., ada yang menderu dalam dadanya. Dia merasa sedang berjalan memasuki gurun yang sangat panas, tetapi jiwa tualangnya sama sekali enggan untuk menghindar. Ooohh.. maafin Mas Bardii, akuu nggak tahann nniihh.., aku pengin merasakan kepuasan seks, orgasme, yang selama ini belum pernah aku dapatkan walaupun telah lebih dari 20 tahun kawin denganmu .., maafin ya masszz .., begitu bunyi suara hatinya. </p>
<p>Sementara itu si lelaki asing terus berusaha memaksakan tangan istriku agar mencengkeram tonjolan itu. &#8216;Mass..jaa..ngan.., nanti ada orangg ..&#8217;, terdengar semakin parau dan gemetar suaranya. Adrenalinnya langsung melonjak. Sungguh ketegangan yang nikmatnya luar biasa. Jiwa petualangannya kini telah kembali. </p>
<p>***** </p>
<p>Pukul 14.32, Selasa </p>
<p>Dan ketika cengkeraman tangannya merasakan ada batangan yang besar dan hangat, hati istriku membulat. Dia buang segala malu. Dan .. dengan berdesah pelan ..mulailah tangan itu meremas. Terasa oleh telapaknya bulatan panjang yang berdenyut-denyut dan hangat. </p>
<p>Tentu saja lelaki asing itu sangat gembira. Dia perlihatkan senyumannya. Senyum kemenangan dia pikir. Istriku membalas senyuman itu dan ..&#8217;..mas ..aku kunci dulu pintunya ..&#8217;, berbisik seraya langsung beranjak menuju pintu depan, sebentar melongok keluar, barangkali ada orang yang diam-diam mengamatinya, dan ketika yakin aman dia tutup pintu itu dan kunci. Clek, klek. </p>
<p>Saat kembali, dia langsung duduk menempel tamunya dan .. saling pandang sesaat kemudian langsung saling menerkam dan berpelukan. Tercium bau matahari pada tubuh lelaki itu, tapi justru menjadi rangsangan besar untuk birahinya. Istriku mencari bibir tamunya, ketemu, dan langsung berpagut dan saling melumat. Tangan-tangan kasar ber-otot lelaki itu lantas memeluk dengan kuatnya. </p>
<p>Lama sekali posisi saling berpeluk dan melumat itu. Sepertinya melepaskan kerinduan pada apa yang selama ini saling mereka rindukan. Dan nampak istriku makin memanas. Lumatan itu disertai pula dengan saling gigit lidah serta bertukar ludah. Suara desis dan lenguh mulai terdengar dari keduanya. Tangan-tangan mereka saling memeluk, kemudian meraba. Bahkan istriku lebih berani, dia raih baju belakang tamunya dan tarik dari ikatan celananya, kemudian dia masukkan tangannya, ingin merasakan langsung hangatnya tubuh lelaki asing itu. Dan sang lelaki juga tidak kalah tangkas, tangannya memasuki blus istriku dan memeluki sesaat, tapi kemudian beralih langsung ke buah dada istriku, meremas-remasinya. Puting susunya di pelintir-pelintir. Kegelian tak terkirakan menjalar di tubuh istriku. Dari jeritan kecilnya nampak istriku menggelinjang. Nafsu birahinya kini tak lagi bisa terbendung. </p>
<p>Istriku dan lelaki asing itu benar-benar memasuki wilayah nikmat tak terhingga. Keduanya telah siap menapaki puncak kenikmatan. Lelaki itu membuka sendiri ikat pinggangnya, melorotkan resluitingnya, merogoh kontolnya keluar dan meraih tangan istriku untuk menggenggamnya. </p>
<p>Pukul 14.46, Selasa </p>
<p>Merasakan daging panas yang besar dan panjang, dengus dan suara parau istriku kembali terdengar, suara pengakuan ..yang didorong desakan birahi, &#8216;..maazz.., uuhh.. gede banget zzihh.., uuhhmm..&#8217;, sambil bergerak melepaskan rangkulan dan menunduk untuk melihat barang nikmat ditangannya itu. Lelaki asing itu melepasnya. Biarlah perempuan binal itu melihati kontolnya. Biarlah dia memuaskan libidonya. Dia puas .. Untuk sementara dia lupakan dagangan madunya yang terserak di lantai. Hari ini dia merasa mendapatkan sesuatu yang bukan main .. </p>
<p>Dan saat nampak batangan milik tamu asingnya ini, saat nampak jamur besar merah hitam di ujung batangnya nampak begitu mengkilat dengan belahan lubang kencing yang menganga, istriku terpana. Suara paraunya kembali terdengar &#8216;..uuhhzz ..gedenyaa..uuzzhh, gedenyaa..uuhhmm&#8217;, dan tanpa didorong lagi mulutnya mendekat ke kontol itu. Bau khas kemaluan lelaki langsung menerpa hidung istriku. Dan tanpa bisa lagi menahan, bibir istriku langsung menciumi batang gede dan panjang itu. Sementara tangannya tetap menahan untuk mengarahkan kebibirnya. Ini aneh sekali bagi istriku. &#8216;Wwwoo, sangat eksaiting .. pada suamiku aku belum pernah begini niihh..&#8217;. Selama ini untuk suaminya nggak pernah ia berikan ciuman pada kontolnya. Entah desakkan macam bagaimana, tiba-tiba saja, dan tanpa ragu dan banyak pertimbangan, tahu-tahu lidahnya, mulutnya, hidungnya langsung melahap kontol tamu asing ini. Itukah yang disebut gairah birahi ..? Atau naluri hewaniah yang baru mendapatkan kesempatan tersalur, karena memang obyeknya sangat mempesona?? </p>
<p>Dia ciumin, jilatin dan sedot batang itu sepuasnya. Naik, turun, naik, berputar, kebawah, bijih pelernya. Uuhh ..gedenyaa ..nikmatnya.. uuhhzz. Lupa sudah sang suami. Kenikmatan tak bertara sedang berlangsung. Kesetiaannya pada suami selama ini kemana ..?? Kenapa layanan macam ini kamu berikan pada orang lain, orang asing, bahkan belum tahu namanya, sementara itu nggak pernah kamu berikan layanan sejenis pada suamimu..??uuhzz geddeenyaa.. </p>
<p>Lelaki itu merasakan mendapatkan kenikmatan luar biasa, rasanya jarang ada perempuan Indonesia yang mau menciumi kontol. Tapi perempuan ini, istri orang gedongan lagi, dia rasakan bibirnya dan lidahnya melumati kontolnya. Dia melenguh panjang. Kemudian dengan setengah bangkit dia perosotkan kebawah celananya agar istriku bisa lebih leluasa melumati kontolnya. Dan pada kesempatan itu nampak benar lebatnya jembut dan rambut-rambut di seputar kemaluan dan selangkangan sang tamu asing. </p>
<p>Tentu akibatnya adalah istriku makin semangat untuk terus menjilat, menyedot dan setengah menggigit kontol si tamu yang membengkak itu. Pada kesempatan sesaat, dia melihat setitik bening di ujung lubang kencing kontol itu. Itulah precum, cairan birahi awal dari lelaki saat kenikmatan kelaminnya mulai hadir. Istriku langsung menjilatnya. Asin. Uuhh, nikmatnya.. Dan terus menjilatinya serta berharap bisa meraih cairan lebih banyak. Kemudian mulai mengkulum dan dengan halus memompa. Sungguh, inilah pertama kali dalam hidupnya menghisap kontol. Dan bukan milik suaminya tetapi milik lelaki yang adalah tamu asingnya ini. Keinginan macam itu sesungguhnya telah lama timbul, sejak dia melihat adegan persetubuhan dari VCD yang diam-diam disimpan suaminya dan tanpa sengaja dia putar saat suaminya pergi. Tetapi untuk memulai pada suaminya dia takut dicurigai dari mana kemajuan macam itu diperoleh. </p>
<p>Kali ini dia merasa mendapatkan kesempatan yang nggak akan dilewatkan. Dengan jiwa petualangan dan nafsu birahi yang membara dia lakoni obsesi erotis yang selama ini ditunggu-tunggunya. Mulutnya terasa penuh. Kontol seukuran pisang tanduk hanya bisa masuk di ujungnya saja. Kepala istriku memutar-mutar. Lidahnya menari-nari dijamur merekah itu. Dia jilati sepuasnya lubang kencing tamunya. Nampak rakus dan lahap mulut cantik itu ingin menelan batangan kontol gede panjang tamunya. </p>
<p>***** </p>
<p>Pukul 15.12, Selasa </p>
<p>Merasa belum puas berciuman, lelaki itu mengangkat tubuh istriku dan langsung kembali dipagutnya lehernya. Istriku menggelinjang dan mendesah-desah. Tangan kirinya tidak melepaskan cengkeraman pada kontol tamunya. Jari-jarinya mencengkeram sambil memijit-mijit atau mengurut yang membuat nikmat luar biasa pada sang tamu. Ciuman mereka meliar. Dari leher bibir lelaki asing itu menyusuri ke bawah lagi. Kini terasa blus istriku menghambat. Dia usel saja itu blus. Bau parfum yang sangat merangsang bercampur keringat lelaki dari jalanan menciptakan erotis pada keduanya. Istriku menggeliat-geliat. Kemudian mereka dengan buru-buru mencopot masing-masing bajunya. Blus istriku dan kemeja lelaki itu lepas. Dan kembali mereka berpagut dengan telanjang dada. Buah dada istriku menekan dada sang lelaki. </p>
<p>Tangan sang tamu terus merabai dan meremasi buah dada itu. Dan tangan istriku dengan penuh semangat terus meremasi kontol sang tamu yang semakin nampak tegang, panjang, besar dan mengkilat. Urat-urat darah melingkar-lingkat di sepanjang batang itu. Masing-masih saling berdesah, mengaduh dan merintih bersahutan. </p>
<p>Kemudian tampak istriku melepas kulotnya. Dengan sekali tarik resluiting kecil, melorotlah kulot itu. Nampak celana dalam oranye yang membungkus pantat bahenol serta kemaluan istriku. Ditariknya salah satu tangan sang tamu untuk merabai kemaluan itu. Tanpa hambatan, tangan itu langsung meremasi vagina istriku. Gelinjang yang sangat nikmat. Uhh ..gatalnyaa.. Istriku menggeliat-geliat bak cacing kepanasan. Desahannya makin tak terkendali. Bibir dan lidahnya meliar. Dijilatinya bahu lelaki itu, digigitnya lehernya, diciumi wajah bawahnya yang nampak kasar oleh bulu-bulu jenggot yang tercukur, kasar seperti amplas. Itu sangat menggelitik lidah istriku, dia nggak mau melepaskannya. </p>
<p>Saat tangan tamu memilin-milin kelentitnya, kemudian dengan jari-jarinya yang terasa kasar juga menembusi bibir vaginanya dan terus mengaduk-aduk hingga menyentuh saraf-saraf pekanya, istriku mengaduh. Nikmat yang diterimanya sangat luar biasa. Pantatnya langsung gelisah, meliuk, menggoyang. Ternyata sentuhan lelaki lain, lelaki pedagang madu, tamu asing yang sama sekali nggak dikenalnya, menimbulkan gelombang birahi dan kenikmatan tak bertara. Mencuri kesempatan, menyeleweng dengan tamunya ini, oohh .. akan sangat dikenangnya ..maasszz, .. tolongg.. aku hauss.., desisnya. Tenggorokannya terasa kering dan nafasnya terus memburu. Dan kocokkan tangan kiri pada kontol tamu makin kencang. Pijitannya semakin berdenyut. Pantat tamu itu juga meliuk-liuk dan menggoyang. </p>
<p>Sekarang keduanya benar-benar lepas. Masing-masing menampakkan naluri birahinya. Saling pijit, saling jilat dan gigit. Semuanya mengerang, mengaduh-aduh dan mendesah-desah. &#8216;Mbakk ..&#8217;, si lelaki berbisik, &#8216; .. Aa..kkuu, ..mau keluarr ..mbaakk&#8217;, ..&#8217; ..keluarin dehh .. Keluarin saja ..&#8217;, jawaban bisik istriku sembari meningkatkan remasan dan kocokkan pada kontol sang tamu. Dan tanpa dicegah lagi pantat lelaki itu makin cepat menggoyang ..terus ..terus ..teruuss ..</p>
<p>Bersambung Ke bagian 3</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-3.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 3</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-8.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 8</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-5.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 5</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-7.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 7</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-6.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 6</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-2.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perselingkuhan 19 Jam 3</title>
		<link>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-3.html</link>
		<comments>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-3.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 06:21:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Perselingkuhan 19 Jam]]></category>
		<category><![CDATA[Tukang Madu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahmesum.com/?p=383</guid>
		<description><![CDATA[KisahMesum.Com : Sambungan Dari bagian 2 Pukul 15.30, Selasa Dan ..disertai dengan teriakan histeris nikmat yang panjang, &#8216;aarrkkhh..&#8217;, keluarlah cairan lendir bening dari kontol tamu. Semua itu langsung disaksikan oleh matanya. Sperma atau air mani lelaki itu muncrat tinggi. Kemudian muncrat lagi, muncrat lagi, muncrat lagi, muncrat lagi, lagi, lagi, lagi. Rasanya ada sekitar 8 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KisahMesum.Com</strong> : Sambungan Dari bagian 2</p>
<p>Pukul 15.30, Selasa </p>
<p>Dan ..disertai dengan teriakan histeris nikmat yang panjang, &#8216;aarrkkhh..&#8217;, keluarlah cairan lendir bening dari kontol tamu. Semua itu langsung disaksikan oleh matanya. Sperma atau air mani lelaki itu muncrat tinggi. Kemudian muncrat lagi, muncrat lagi, muncrat lagi, muncrat lagi, lagi, lagi, lagi. Rasanya ada sekitar 8 kali puncratan. Sebagian tertangkap tangan istriku, dan sebagaian lainnya di jembut dan celana sang tamu dan kemudian pula jatuh tercecer ke lantai. Pasti itu merupakan ledakkan sperma besar yang disebabkan sangat tingginya birahi lelaki .. </p>
<p><span id="more-383"></span></p>
<p>Entah kenapa, melihat cairan yang tercecer di mana-mana itu nafsu istriku melonjak. Diamat-amatinya liquid kental di tangannya. Meleleh di jari-jarinya. Dia dekatkan ke hidungnya, coba membaui. Matanya melirik sesaat ke sang lelaki sambil tersenyum. &#8216;Wangi!&#8217;, dia bilang. &#8216;Ehh .. enak itu lhoo&#8217;, kata si lelaki, &#8216;banyak vitaminnya ..&#8217;, bisik lelaki asing, &#8216;coba jilat deh ..&#8217;, dia mendorong. Dan darah istriku naik ke wajahnya. Gelegak nafsunya mendengar kata-kata lelaki asing itu. &#8216;Coba saja ..nggak pa pa .., jilat, jilatin..ayoo..&#8217;. </p>
<p>Dia lihat lagi tuh sperma yang meleleh. Ah, belum pernah dia merasai sperma. Milik suaminyapun nggak pernah. Tapi kali ini ada godaan yang sangat kuat. Nafsu liar dan jiwa petualangannya mendesak-desak. &#8216;Ayoo, coba ..&#8217;. Dan, dijulurkanlah lidahnya. Dijilatnya sedikit sperma itu. Dirasainya. Dia ingat rasa kelapa muda. Dia jilat lagi lebih banyak, dikenyam-kenyam kemudian ditelan. Ah, seperti kelapa muda. Dia jilati terus hingga jari-jarinya bersih. Kemudian sperma di telapak tangannya yang nampak bergumpal kental dilahapnya pula. </p>
<p>Dulu saat petualangan di hutan, dia juga menghadapi keraguan saat pelatihnya menyuruh makan daging ular mentah-mentah. Dan hal itu akhirnya bisa dia lakukan dengan baik. Dan sekarang, setelah didorong oleh nafsu birahinya dan tamunya, &#8216;..ayo mmbbak, aku pengin liatin ..&#8217;, agar dia menjilati spermanya, dia juga lakukan. Dorongan erotiknyalah yang membuat sperma itu menjadi demikian nikmat. Kini dengan makin bernafsu dia jilatin semuanya, sperma di kepala jamur dan lubang kencing, yang meleleh di seputar batang kontol, yang tercecer di jembut dan selangkangan, di celana, di ujung-ujung kaki, di sofa, bahkan juga yang di lantai. Dia nampak seperti anjing yang sedang menjilati sisa-sisa makanannya. Penuh nafsu, penuh birahi sambil terus mengerang dan mendesah setiap kali lidahnya menjilat dan menarik sperma ke mulutnya. Jadilah dia menjadi perempuan pemakan sperma. </p>
<p>Lelaki asing itu melihat dengan penuh pesona. Saat istriku nungging di lantai menjilati spermanya dia lihat bagaimana menariknya pemandangan itu. Pantat yang bahenol putih yang masih terbungkus celana dalam oranye. Ah, sungguh pemandangan yang sangat erotik. Sementara kontolnya yang dilingkari urat-urat belum kunjung lelah. Kontol itu masih tegang mengacu mengkilat-kilat kepalanya. Dia kembali bersender ke sofa sambil menyaksikan istriku, mengelus-elus sendiri kontolnya. Dia menikmati kegatalan yang belum kunjung usai. </p>
<p>Istriku masih asyik menjilati semua sperma yang tercecer, sementara libidonya masih belum sepenuhnya tersalurkan. Kontol itu seharusnya menembusi kemaluannya. Ingat kebiasaan suaminya yang selalu lemas sesudah ejakulasi, dia buru-buru bangkit dari lantai dan cepat meraih kontol lelaki itu. Dia takjub. Ternyata ejakulasinya tidak membuat kontol itu surut lemah. Masih seperti semula, bahkan nampak lebih besar dan panjang dimatanya. Tanpa &#8216;ba bi bu&#8217; serta merta tangannya meraih sisa celana khaki berikut celana dalam lelaki itu, ditariknya keluar hingga langsung telanjang dan mencuatlah kontol itu. </p>
<p>***** </p>
<p>Pukul 15.37, Selasa </p>
<p>Dengan sigap pula dia copot celana dalamnya sendiri dan langsung naik ke sofa. Lelaki itu ditumpakinya. Tangan kirinya meraih kontolnya, diarahkan langsung ke lubang vaginanya. Dia belum pernah bersanggama dengan suaminya di sofa ini. Tetapi beberapa kali dia pernah lihat gambar porno, pasangan yang bersanggama di sofa macam ini. Dia coba tirukan. Sementara sang lelaki menyambut dengan pelukan di pinggang sambil menempatkan ke arah yang tepat. </p>
<p>Ujung kontol itu telah menyentuh bibir vagina istriku. Kegatalan amat sangat datang pada kemaluannya. Pantatnya menggoyang yang langsung diimbangi oleh pantat sang lelaki. Yang satu menekan-nekan yang lain mendorong-dorong. Gelombang kegatalan vagina dan kepala kontol dari kemaluan masing-masing menderas. Masing-masing mau cepat menembusi dan melahap. Uhh ..kontol ini kelewat besar, begitu batin istriku, sementara ahh.. vagina ini demikian sempitnya, begitu pikiran sang lelaki. Tentu saja benar. Yang selama ini menembusi adalah kontol suaminya yang ukurannya paling cuma setengahnya. Belum pernah vagina ini menerima kontol sebesar itu. Istriku berteriak histeris. Ada sedikt rasa sakit yang menyertai nikmat luar biasa ini. Tapi sang lelaki sudah tak akan pernah mundur lagi. Dengan tambahan dorongan dari bawah akhirnya kontolnya terbenam. Seluruh batangan besar dan panjang itu bulat-bulat telah ditelan oleh kemaluan istriku. </p>
<p>Sekarang istriku merasai, betapa setiap mili dinding dalam kemaluannya mencengkeram erat batangan bulat panjang itu. Rasanya nggak ada celah longgar. Setiap saraf-saraf vaginanya merasakan sentuhan batang itu, yang menyebabkan reaksi bergelombang datang. Setiap sarafnya seakan ingin melumat batang itu. </p>
<p>Dan yang dirasakan lelaki itu adalah vagina istriku mengempot-empot. Seakan menghisap-hisap dan memerasi kontolnya yang menimbulkan kenikmatan luar biasa. Dan reaksinya langsung mencaplok susu istriku dengan sepenuh nafsu. Menggigiti putingnya dengan buas, sebelah kanan dan kiri ber-ganti-ganti. </p>
<p>Paduan gelitik kontol pada vaginanya dan gigitan bibir lelaki asing itu pada susunya sungguh merupakan sensasi kenikmatan yang luar biasa. Istriku kini menjerit-jerit kenikmatan. Tak ada lagi rasa kawatir didengar orang. Nafasnya demikian memburu. Pantatnya meliuk mengebor-ebor. Dan sang tamu tidak lagi mau menahan dengan diam. Diangkatnya pantat istriku naik, kemudian diturunkan, naik lagi, kemudian turun. Demikian ber-kali-kali. Gesekkan antara kontol dan vagina saat naik turun itu membuat keduanya semakin histeris. Dan berikutnya dengan tenaganya sendiri istriku mempercepat naik turun pantatnya disebabkan kegatalan vaginanya yang nggak lagi tertahan. Dan nampaklah istriku yang menunggangi lelaki asing tamunya, melakukan kocokkan kontol tamu dengan vaginanya seperti berpacu. Makin cepat, makin cepat, makin cepat. Suara teriakkan kenikmatan istriku diseling desahan sang lelaki menjadi simponi erotik yang pasti akan merangsang siapapun yang mendengarnya. </p>
<p>***** </p>
<p>Pukul 16.00, Selasa </p>
<p>Pada kesempatan inilah, untuk yang pertama kali istriku mengalami apa yang sering dia dengar, orgasme. Saat-saat menjelang orgasmenya datang, sebagai sesuatu yang baru pertama kali dia rasakan seumur hidupnya dia merasakan rangsangan gatal yang amat sangat yang disusul perasaan se-akan mau kencing pada vaginanya akibat dari gosokkan dengan kontol besar itu. Rasa itu sungguh tak terperikan. Perasaan macam itu membuat fisiknya demikian kuat. Kocokkan pompa yang menguras tenaga itu dia lakukan dengan kecepatan yang semakin tinggi. </p>
<p>Disertai hentakkan pada saat kemaluannya menelan kontol besar tamu asing itu agar ujungnya lebih mentok ke mulut rahimnya, yang dibarengi dengan teriakan nikmat yang histeris di-ulang-ulang hingga .. akhirnya.. sampailah. Bendungan itu jebol. Orgasme itu datang. Seperti air bah yang lepas. Ketegangan yang semula berada di puncak yang sangat tinggi langsung turun hingga ke dasarnya. Seperti beban berat yang berhasil dilepasnya. Kocokkannya memelan, memelan dan berhenti. Pelukannya melemas. Kucuran keringatnya membasahi tubuhnya dan tubuh sang tamu. Kepalanya disenderkan pada bahu lelaki itu. </p>
<p>Sang tamu ini sungguh lelaki yang memahami. Dia terima kelelahan istriku. Dia ikut berhenti. Dia beri kesempatan. Dia sabar. Dielusnya kepala istriku, diciuminya lehernya dengan lembut. Dijilatinya keringat istriku. Sementara kontolnya dibiarkan terbenam dalam vagina istriku. &#8216;Oohh ..&#8217;, terdengar lenguh istriku sambil sedikit menggeser wajahnya tenggelam keleher lelakinya. Nampaknya istrikupun ingin kontol gede itu tetap di dalam vaginanya. Keadaan menjadi hening, tanpa desahan atau rintihan kecuali nafas-nafas panjang dengan sebentar ter-engah. Dunia sekelilingnya juga seakan ingin diam sesaat.. </p>
<p>***** </p>
<p>Pukul 16.14, Selasa </p>
<p>&#8216;Mass ..&#8217;, &#8216;heehh..?!&#8217;, &#8216;..ennaakk.. puass ..?&#8217;, &#8216;..Hheehh..&#8217;, &#8216;..Oocchh..&#8217;, terdengar bisikan-bisikan tanpa diikuti gerakan-gerakan. </p>
<p>&#8216;Aku belum pernah lho, seperti ini .., ..aku heran sendiri ..&#8217;, istriku ngomong. &#8216;..hhee..eehh&#8217;, sahut lelaki itu masih enggan-enggan. &#8216; Baru sekarang aku merasai orgasme&#8217;. </p>
<p>&#8216;Bener lho, mas. Aku koq bisa mengulum kontol, menjilati spermamu ..hhoocchh .., kalau suamiku tahu ..&#8217;..&#8217;Ternyata nikmat banget .. Hhoocchh ..hheecchh ..&#8217;, terdengar tarikan nafas panjang. </p>
<p>&#8216;Mass .., mmaass .., capai yaa ..?!, &#8216;.. Nggaakk .. belumm, khan aku belum keluar lagi ..&#8217;, &#8216; ..koq kuat banget sih .., nihh masih gede dan kaku dalam nonokku ..&#8217;, &#8216;Khan madduu ..&#8217;, tentu kelakar, &#8216;Iyaa bener-benerr ..&#8217;, masih dalam saling berbisik. Istriku mencium gregetan leher lelaki itu. &#8216;..uuhh ..&#8217;, entah lenguh siapa lagi .. Diam, hening lagi untuk beberapa saat.. </p>
<p>&#8216;Belum keluar ya mass, .. Mau dikeluarin ..??, dimana ..??&#8217;, istriku bertanya. Pertanyaan itu memancing kerut dahi tamunya sesaat ..tetapi dia bisa menjawab ..,&#8217;Bagaimana kalau di mulut kamu ..?&#8217;, bisik-bisik, &#8216;woo, mauu ..&#8217;, tanpa pikir lama-lama pelan-pelan istriku bangkit, kemaluannya melepas kontol sang tamu yang masih tetap tegak ngaceng dan mengkilat-kilat basah hingga batangnya yang disebabkan cairan yang keluar dari vagina istriku. Dia ingin memberikan layanan terbaik bagi tamunya ini .., dia ingin mendengar dan melihat bagaimana tamunya ini merintih dan mengerang-erang merasakan kenikmatan dan mendapatkan kepuasan puncaknya. </p>
<p>Sang tamu mengambil posisi berdiri dengan kontolnya yang ngaceng menantang ke depan, disusul istriku jongkok pada lututnya dan langsung meraih kontol itu untuk di-emotnya. </p>
<p>Kali ini istriku tidak nampak ber-emosi, mungkin sedang surut sesudah orgasmenya tadi. Tetapi sang tamu dengan mendongakkan kepalanya kini mengerang. Tangannya meraih kepala istriku, direngkuhnya kemudian didorong kedepan agar kontolnya lebih dalam lagi dikuluman mulut istriku. Dan istriku mengikuti. Gerakan memompa. Lelaki itu memaju-mundurkan bokongnya, mengerang sambil makin keras meremasi rambut istriku. Tentu terasa pedas bagi istriku. Tetapi suara erangan lelaki itu membuat istriku pelan-pelan timbul kembali ke-asyikannya. Dia mainkan mulutnya. Terkadang dia lepas kulumannya dan menjilat-jilat batangnya. Juga dia isepin buah zakarnya. Di titik ini nampak kelemahan lelaki itu. Setiap jilatan di zakarnya dia se-akan memohon dan mengemis, &#8216;Terus .. tolong, terruss..oohh mmbbaakk.. enakk bangett ..terruuss..&#8217;. </p>
<p>Zakar tamunya ini terus dia isepin dan jilatin. Dan benar .., tak begitu lama lelaki asing ini mengeluarkan teriakan histeris yang ditunggunya ..&#8217;..mau keluarr.. oohh mau keluarr ..keluarr, mbbaakk.. Isepp.. kontolku..isepp&#8217;, sembari menjambak rambut istriku diarahkan ujung kontolnya ke mulutnya dan ..sserr..crot..crot..crott ..muncratlah sperma segar panas langsung ke mulut istriku. </p>
<p>Dan mulut istriku yang sudah menganga sejak tadi siap menerima semua puncratan sperma tamunya. Tak ada setetespun yang lepas dari mulutnya. Masih dalam keadaan crot crot, mulut istriku sudah mencaplok ujung kontolnya untuk memastikan bahwa tak setetespun akan tersia-sia ke tempat lain. Wajahnya yang merem melek nampak menikmati cairan hangat di mulutnya itu. Nampak pula dia mulai mengecap-ecap kemudian menelan berliter cairan yang keluar dari kontol lelaki asing itu. </p>
<p>Selepas itu baru dua insan ini merasakan kelelahannya. Keduanya terduduk. Sang tamu bersender kembali ke sofa, dan istriku tidak bangun dari lantai menyandarkan tubuh dan kepalanya pada kaki-kaki lelaki itu. </p>
<p>***** </p>
<p>Pukul 16.26, Selasa </p>
<p>Sesudah beberapa saat istriku bangkit. &#8216;Tak bikinkan kopi ya, .. Capuchino mau ..?&#8217;, &#8216;Apa tuh ..&#8217;. Rupanya tamu ini benar-benar dari klas kumuh, dia nggak ngerti nama minuman tadi. Tetapi istriku tak lagi menghiraukan, dia ambil celana dalam dan kulotnya, dia pakai dan beranjak ke-dapur. </p>
<p>Di dapur kini istriku merasakan bibir kemaluannya agak pedih-pedih. Tentu karena kontol yang kelewat gede dari tamu asingnya itu. Sendirian dia tersenyum. Puas. Petualangan yang baru dilewati sungguh &#8216;eksaiting&#8217;. Sambil mengambil cangkir dan kopi dia mikir, biar kutahan lelaki itu. Biar dia nginep. Pulang esok sore, begitu pikirnya. Mumpung. Aku mau lagi, lebih lagi. Aku pengin telanjang bulat semua. Biar kuajak saja ke kamar tidurku. Di kamar dimana aku dan suamiku tidur. Rasanya penyelewengan dan pengkhianatan yang makin tinggi kwalitasnya akan semakin nikmat. Masih adakah cinta pada suaminya.., sesudah penyelewengan ini ..? Jangan tanya cinta .., itu hal yang lain. Urusan cinta suami tak perlu diragukan. Ini tidak lebih dari urusan libido. Urusan orgasme yang memang dengan suami nggak pernah bisa diraih. Ahh ..dia benar..</p>
<p>Bersambung Ke bagian 4</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-8.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 8</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-6.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 6</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-2.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 2</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-7.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 7</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-9.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 9</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-3.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perselingkuhan 19 Jam 4</title>
		<link>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-4.html</link>
		<comments>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-4.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 06:21:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Perselingkuhan 19 Jam]]></category>
		<category><![CDATA[Tukang Madu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahmesum.com/?p=381</guid>
		<description><![CDATA[KisahMesum.Com : Sambungan Dari bagian 3 Ahh.., pikiran ini jadi nglantur. Penyelewengannya tidak perlu menjadikan keraguan cintanya pada suami. Dasar jiwa petualang. Selalu ada jalan keluar untuk meng-sahkan tingkah lakunya. Dia keluarkan kopinya. Menebar senyum sesaat kemudian dengan nampannya dia balik ke-dapur. Saat itu terpikir sebaiknya mandi-mandi dulu. Sudah jam empat sore. eehh .., biar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KisahMesum.Com</strong> : Sambungan Dari bagian 3</p>
<p>Ahh.., pikiran ini jadi nglantur. Penyelewengannya tidak perlu menjadikan keraguan cintanya pada suami. Dasar jiwa petualang. Selalu ada jalan keluar untuk meng-sahkan tingkah lakunya. </p>
<p><span id="more-381"></span></p>
<p>Dia keluarkan kopinya. Menebar senyum sesaat kemudian dengan nampannya dia balik ke-dapur. Saat itu terpikir sebaiknya mandi-mandi dulu. Sudah jam empat sore. eehh .., biar kupinjami pakaian suamiku, begitu pikirnya. Kemudian dia masuk ke kamar tidur, membuka lemari pakaian, diambilnya kemeja dan celana pendek suaminya. Tak lupa handuk yang juga biasa aku pakai. </p>
<p>&#8216;Mas, pulang besok saja ya.., soalnya aku nggak ada yang nemenin ..ini baju suamiku. Mas biar mandi dulu biar segar ..&#8217;, sambil menyorongkan handuk besar dan lembut. </p>
<p>Lelaki asing itu terpana, dia nggak siap dengan konsep macam itu, &#8216; ..tapi mmb..bakk.., saya ..&#8217;, &#8216;Udahlah ..ini khan udah sore .. Pulangnya kemana sihh .., telpon aja kalau ada pekerjaan yang perlu lemburr ..&#8217;, istriku menyergah. </p>
<p>Benar juga, begitu pikir lelaki ini, dia khan bujang, kost lagi. Nggak ada yang mengkhawatirkan.<br />
&#8216;Aku belum puas lho, situ khan yang mulai tadi .., jangan biarkan aku kelimpungan sendiri .., atau mungkin nggak puas yaa dengan aku ..? Ayoo&#8217;. Dan &#8216;..yaa.. saya juga masih pengin..mauu lhoo..&#8217;, begitulah akhirnya. Diterima handuk dan pakaian milikku itu .. </p>
<p>Seusai lelaki itu mandi, istriku ganti mandi. Dia bersihkan tubuhnya. Rambutnya pakai shampo wangi. Ketiak-ketiaknya dibuat wangi. Seusai mandi dia dandan. Dia pakai saja yang gampang-gampang dilepas. Dia keringkan rambut. Tidak lupa parfum. Sembari dandan ini dia mulai berpikir lagi. Dia ingin lidahnya menjelajahi tubuh lelaki itu. Woo.. pasti selangit. Libidonya langsung bangkit. Pedih di lubang vaginanya sudah lupa. Yang terakhir adalah menyemprotkan wewangian untuk kamar. </p>
<p>Dia hitung, kalau itu tamu pulang jam sembilan pagi besok, berarti dia akan bercumbu sembilan belas jam sejak percumbuan pertama jam dua siang tadi. Berapa kali lagi dia akan meraih orgasmenya. Dia mau setidak-tidaknya sepuluh kali, atau dua belas atau empat belas, entahlah. Pokoknya banyaklah. Kemudian dia rogoh blusnya dan elus pentilnya. Uuhh.. nikmatnya.., nampak bayangan bibir lelaki itu mencium dan menjilatinya. </p>
<p>Ahh .., aku mau nungging, aku mau dia entot aku seperti anjing.., ditempat tidur ini.., sambil melirik tempat tidur di mana biasanya hanya dia dan suaminya yang meniduri. Uhh.. betapa.. </p>
<p>Kemudian dia menjatuhkan tubuhnya kekasur, berguling sesaat, nungging, memeluki bantal .., menampakkan nafsunya yang tak pernah henti menggebu. </p>
<p>Biar dia juga menjilati nonokku, bahkan mungkin juga analku .. Dan akuu ..akankah aku akan menjilati analnya ..? Hii.. macam apa ..rasanya.. Aku pikir penuh bulu juga .. Tetapi aku punya perasaan ..lelaki, kalau kontolnya gede.. semuanya enak dilahap, enak dijilati, diciumi. Uhh.. bener-bener pikiran nglanturku ini .. Dan memang, sepertinya pikiran-pikiran istriku ini pelan-pelan menggiring dan membangkitkan kembali birahinya. </p>
<p>Tanpa kewatir, sesal, takut dan cemas sedikitpun, istriku mengkhayal dan merencanakan 16 jam ke depan. </p>
<p>Sementara itu, lelaki asing, penjual madu dan tamu yang sedikit kasar dan nampak sangat jantan dan seksi yang saat ini duduk di sofa ruang tamu masing bengong memikirkan apa yang telah berlangsung bersama istriku sejak jam dua siang tadi. Dia nggak mbayangkan kerja hari ini akan menemukan kenikmatan seks yang selama ini tidak mudah dia dapatkan. Gratis lagi. Nyonya rumah ini, kayaknya usianya sudah lebih ampat puluh tahun, tetapi nafsunya ..woo, aku bisa kewalahan nihh.. Dia mengeluarkan rokok dari sakunya, .. beraninya merokok tanpa seijin pemilik rumah. Tapi dia acuh saja. Toh udah gua entot ini, pikirnya. Emangnya cuma dia yang pengin merokok, merokok kontolku he he he, geli hatinya.. Diraihnya cangkir kopi, diteguknya, hhmm .. sedapp. Kenyang ngentot dapat kopi. Gratis. </p>
<p>Pukul 16.50, Selasa </p>
<p>Klek-klek.. klek, terdengar handle, pintu dibuka sedikit. Cukup untuk istriku menongolkan sedikit kepalanya. Kemudian kelihatan tangannya melambai, &#8216;Sini mass..&#8217;, lelaki itu langsung tahu. Disamperinnya. Pintu dilebarkan lagi dan istriku, &#8216;..mass tiduran sinii.., capai khan?!&#8217;, &#8216;Iyaa sih ..&#8217;. Istriku naik ke kasur dan seperti kerbau dicocok hidungnya, dia menyusul dan bersama merebahkan diri berdampingan di kasur itu. </p>
<p>Kali ini istriku aktip banget, mungkin berkat khayalan-khayalannya tadi. Dipeluknya tamu asing itu. Dan tak lama merekapun tenggelam saling berpagut. Menikmati lidah dan ludah saling bersedotan, menggigit bibir dan bertukar ludah. Suara lenguh dan erang nikmat mulai bersahutan. Kemudian sang lelaki mendorong, mereka berguling tanpa melepas pagutan. Istriku ditindihnya. Lumatan itu benar-benar mereka nikmati. Ber-menit-menit sebelum tangan istriku mulai menggerayangi tubuh kekar tamu asingnya. Tangannya memeluk mencari kehangatan tubuh lelaki itu. </p>
<p>Lumatan bibir mulai dilepas, mulut sang tamu turun ke leher istriku. Langsung terdengar desah mengaduh. Kenikmatan birahi mulai hadir. Kembali mereka berguling. Pagutan dileher istriku tidak lepas. Berguling lagi. Pagutan lelaki itu turun ke bahu dan tangannya mengangkat tangan kiri istriku hingga ketiaknya terbuka. Dengan serta merta wajah lelaki itu tenggelam dalam lekukan ketiak istriku. Dia menjilat, mencium dan menyedoti ketiak istriku itu. uuhh, wanginya semakin merangsang libidonya. Dengan kenikmatan yang diterimanya, istriku bersikap menyerah, membiarkan lelaki itu memuaskan dirinya menikmati jilatan-jilatan lidah di ketiaknya itu. Yang terdengar hanyalah rintihan nikmat sambil matanya merem melek. Hitam matanya naik ke atas seperti orang kesurupan. </p>
<p>Kemudian dia lakukan pula pada ketiak yang lain. Dan istriku berinisiatip. Dibuka blusnya. Dengan dada yang telanjang memberikan lelaki itu leluasa untuk menjilat ketiaknya yang kemudian juga turun ke dadanya. Benar-benar pesta nafsu dan birahi. Masing-masing sedang menengguk keberuntungannya. Lelaki asing itu melahap tubuh istriku dengan rakusnya. Nampak bagaimana dengan nafsunya menghisap, menjilat, menyedot dan menggigiti susu dan puting-puting istriku. Dan yang nggak kalah merasa beruntung adalah istriku sendiri. Dia menggelinjang. Tubuhnya serasa terlempar ke kanan ke kiri menahan kenikmatan tak bertara yang saat ini melanda dia. Aku akui bahwa dia nggak pernah menerima kenikmatan macam itu. Dan aku memang rasanya nggak mampu memberikannya. Aku bisa menerima apabila merasa sangat kehausan libido macam ini. Dan hanya macam lelaki asing itulah yang bisa memberikan kepuasan padanya. </p>
<p>Lelaki itu sangat menikmati entah disebut apa.., rintihan, erangan atau teriakan.., yang jelas suara-suara macam itu memang sangat mendongkrak libido siapapun yang mendengarnya. Dan sekali lagi lelaki itu benar-benar menikmatinya. Sebentar-bentar matanya melirik wajah istriku, bagaimana rintihannya ditampakkan pada wajahnya. Bagaimana istriku menyeringai sambil mengaduk-aduk rambutnya. Ah ..nikmatnyaa.. Dan memang, pelampiasan macam apa lagi dalam menanggung kenikmatan macam itu kecuali merintih, menjambaki rambut lawannya, sesekali berteriak histeris. </p>
<p>Sesudah puas menjilati leher dan dada secara lumat, wajah lelaki itu nampak mulai turun ke perut istriku. Dijilatnya perut itu. Sesekali giginya sedikit menyakiti. Sakit yang nikmat tentunya. Dan istriku nampak bergumul. Bergumul dengan kenikmatan yang tak bertara. Merasakan pusernya disentuh lidah kasar dari tamu asingnya, kemudian lidah itu se-akan ngebor kedalam pusarnya, sungguh tak terperikan. Dia angkat-angkat pantatnya menahan derita itu. &#8216;Oohh, ..ampun.. tolongg ..masszz, aampunn.., maass, nikmmaatt ..teruuss&#8217;, ah sepertinya suara itu .. </p>
<p>Nah, ini yang membuat penasaran istriku. Wajah yang terus turun itu, tidak menjilat secara runtun langsung di bawah perutnya tetapi loncat langsung ke bawah. Dan sakitnya lagi, lelaki itu turun dari tempat tidur dan diam sesaat. Sungguh strategi yang sangat jitu. Istriku sangat tersiksa, dia langsung protes ..kecewa..,&#8217;Kenapa..??&#8217;, tetapi lelaki itu menempelkan telunjukknya kebibir, &#8216;Ssett..!&#8217;, .. kemudian pelan-pelan dia raih kaki istriku, dia tarik ketepi kasur, hingga kedua kaki itu terjuntai ke tanah. Dan seakan melata, lelaki asing ini berbaring telentang di lantai, kemudian kembali meraih kaki istriku. Inilah yang benar-benar istriku terkejut dan langsung kelimpungan. Telapak kakinya diciuminya, dijilatinya, digigitinya. Nampaknya se-akan-akan dikunyah-kunyahnya. Tentu saja istriku tak mampu lagi untuk tak berteriak-teriak mengaduh. </p>
<p>Nggak pernah nyangka sebelumnya, karena suaminya nggak pernah pula melakukan macam ini, bahwa kaki yang diciumi, jilati dan gigiti juga sangat memberikan sensasi birahi yang dahsyat. Dan kedahsyatannya itu dibuktikan dengan apa yang langsung istriku alami. </p>
<p>Tanpa atau belum disentuh sedikitpun oleh lelaki itu, vaginanya langsung menyembur-nyembur. Cairan orgasmenya datang lagi ..kali ini serasa terkuras ber-liter-liter. Ahh .., inilah orgasme yang ke-tiga hanya dalam waktu kurang dari ampat jam. Lelaki ini sungguh luar biasa. Dia sangat paham seninya persetubuhan. Istriku sangat memujanya. Peristiwa itu sungguh tak pernah terlupakan lagi. Lhoo, koq bisaa.. Aku sendiri juga heran.., aku tahu bahwa hal itu juga dilakukan oleh orang lain, tetapi aku mungkin tidak memiliki upaya sejauh itu. </p>
<p>Lelaki asing itu tahu persis apa yang telah terjadi. Tahu persis istriku nggak mampu membendung datangnya orgasme itu. Tahu persis, saat ini dialah yang mengendalikan. Dan dia nggak berhenti ..Jilatan di telapak kaki itu diteruskan, lidahnya menari-nari diantara jari-jari kakinya. Dikulumnya satu-satu, dari jari kaki kanan kemudian ke kaki kiri. Demikian tenang cara melakukannya. Reaksi liar perempuan di atasnya tidak mempengaruhi apa yang sedang dia lakukan. Gigitan dan jilatan terus menghujani kaki-kaki istriku. </p>
<p>Kemudian dia sedikit bangkit, duduk di lantai. Betis istriku kini jadi sasaran. Nampak gergetan melihat betis mulus istriku, lidahnya menyapu-nyapu kulit halus di kanan dan kiri betisnya. Di tempat ini istriku merasakan bagaimana lidah tamunya ini seperti amplas kasar. Saraf-saraf yang peka di sekujur betis itu memberikan reaksi bukan main. Nggak lagi memberikan tempo, orgasme yang baru saja terjadi tidak menjadi halangan untuk membangkitkan libidonya lagi. Hati istriku terus merasa heran, hari ini begitu banyak surprise yang dia temui. Dia telah merasakan orgasme yang beruntun. Sekarang betis-betisnya sedang merasakan nikmatnya lidah amplas tamunya. Segala kelelahan orgasme sebelumnya langsung terhapus. Birahinya langsung bangkit kembali. Badannya tidak bisa lagi dikendalikan dari gelinjang yang sangat. </p>
<p>Menggeliat-geliat dengan disertai aduh-aduh dari bibirnya. Oohh..oohh.. suaranya kini sudah serak.. Dengan terus menerus tak mampu mengendalikan desahan dan rintihan, angginanya tak lagi terjaga, suaranya menjadi serak bahkan parau .. Tapi bagaimana dia bisa berhenti mengerang. </p>
<p>Lidah, bibir dan gigitan lelaki asing ini seperti senjata tak terelakkan. Seluruh bagian yang dilewati nggak ada yang tidak dijilat dan gigit. Pasti besoknya akan nampak bekas sedotan-sedotan itu. Apalagi karena kulitnya yang putih bersih itu. Pasti suaminya juga akan yahu. Ahh.., bagaimana nantilah .. </p>
<p>Kini jilatan dan gigitannya naik ke dengkul dan lipatan kakinya. Mukanya berputar-putar untuk merasai bagian rinci dari dengkul dan lipatan kakinya. Kadang-kadang nampak tengadah, kemudian mengahadap ke bawah. Dan tak terhindar lagi, di daerah ini istriku benar-benar tak tertahan. Sangat geli rasanya sehingga kakinya setengah menendang mendorong kepala tamunya. Hampir terjengkang. Tetapi lelaki ini tidak menyerah. Dia tahu betul ini juga merupakan daerah yang paling peka terhadap jilatan dan gigitan. Kali ini di pegang erat-erat kaki istriku. Saat dia menjilati salah satu kakinya, ia tindihkan tubuhnya kesalah satu tungkai kaki lainnya, istriku tak berkutik. Jilatan dan gigitan yang terus menyerang dengkul dan lipatan kaki ini hanya bisa dia tahan dengan cara menggeliat dan berusaha berguling. </p>
<p>***** </p>
<p>Pukul 17.08, Selasa </p>
<p>Tapi mana bisa. Pegangan erat lelaki yang jauh lebih kuat itu nggak bisa dia lawan. Dan akibatnya menjadi sangat bukan main. Ketidak berdayaan ternyata bisa berubah secara sensasional menjadi kenikmatan. Kenikmatan karena dipaksa, karena disakiti, kenikmatan karena kalah kuat. Itulah yang dia rasakan kini dan akibatnya untuk kali yang ke-empat, hanya sekitar lima menit dari peristiwa yang sama, orgasmenya datang lagi. &#8216;Acchhrr.. hhuuzz.. aacchhrr..&#8217;, suara paraunya terdengar sangat mengenaskan sekaligus sangat membirahikan. &#8216;Aku orgasmm lagi..masszz.. ammpuunn.., aku orgasmee lagii, maasszz, ampuunn ..&#8217;, ternyata yang terdengar mengenaskan dari mulutnya itu lain pula yang nampak di wajahnya. Wajah kepuasan yang sekaligus kelelahan yang sangat. Ratapan memelas dengan hitam matanya yang seakan terbalik berubah saat suara, &#8216;hhoocchh .. maazzhh..&#8217; sambil menarik nafas panjang bibirnya menyeringai dengan senyum kepuasan.. &#8216;..sudaahh.. sudahh duluu.. akkuu lemess, bangett lemess. Oaahh.. ammpunn.. berhenti dulu mass&#8217;. </p>
<p>Untuk kesekian kalinya tamu istriku mengalah. Dia lepaskan semua pegangan. Dia kemudian naik ke kasur, telentang dan ikut istirahat. Nafas istriku ngos-ngosan melepas kelelahan, tapi dia juga tidak ingin mengecewakan tamunya, &#8216;Bagaimana kalau kita makan dulu, lapar banget .., sejak siang lho belum makan mass..&#8217;, istriku menawarkan kompensasi yang langsung dapat anggukan dari lelaki itu tanda setuju. &#8216;Yaa, aku juga sangat lapar.. hhoo..&#8217;.</p>
<p>Bersambung Ke bagian 5</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-5.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 5</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-3.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 3</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-6.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 6</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-9.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 9</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-2.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 2</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-4.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perselingkuhan 19 Jam 5</title>
		<link>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-5.html</link>
		<comments>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-5.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 06:20:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Perselingkuhan 19 Jam]]></category>
		<category><![CDATA[Tukang Madu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahmesum.com/?p=379</guid>
		<description><![CDATA[KisahMesum.Com : Sambungan Dari bagian 4 Pukul 17.17, Selasa Mereka beranjak dari tempat tidur. Ketika sang tamu meraih celananya hendak dikenakan, istriktu menahan, &#8216;Yoo, kita bertelanjang aja semalaman ini, bebas dan hewani, seperti Adam dan Hawa, bagaimana?&#8217;, usul istriku sambil ketawa kecil geli. Boleh juga nih, pikir sang lelaki, kemudian ditaruhnya kembali celananya dan mereka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KisahMesum.Com</strong> : Sambungan Dari bagian 4</p>
<p>Pukul 17.17, Selasa </p>
<p>Mereka beranjak dari tempat tidur. Ketika sang tamu meraih celananya hendak dikenakan, istriktu menahan, &#8216;Yoo, kita bertelanjang aja semalaman ini, bebas dan hewani, seperti Adam dan Hawa, bagaimana?&#8217;, usul istriku sambil ketawa kecil geli. Boleh juga nih, pikir sang lelaki, kemudian ditaruhnya kembali celananya dan mereka bertelanjang bulat menuju ruang makan. </p>
<p><span id="more-379"></span></p>
<p>Lelaki ini ketawa ngakak melihat istriku telanjang membawa makanan dari lemari es ke meja makan. Dia baru melihat dan mengalami pengalaman lucu macam ini. Demikian pula saat sang tamu berdiri untuk mengambil minumannya, istriku mentertawakan kontol gedenya yang bergelantungan macam bandulan itu. </p>
<p>Mereka makan sebagai orang bercinta. Istriku memulai menyuapkan sesendok nasi kemulut tamunya yang langsung mengunyahnya kemudian berciuman dan membagi kunyahan itu ke mulut istriku. Kembali tertawa cekikikan. Saat hendak minum istriku mengambil air gula, &#8216;malas ah mengamil sendok, pinjam ini yan buat ngaduk ..&#8217;, sambil menunjuk kontol gede panjang lelaki itu. &#8216;Ambill ..&#8217;, dan jadilah, kontol gede itu mencelup ke muk air teh dan gula menggantikan sendok sebagai adukan. Kemudian dia teguk air gula itu hingga tandas, &#8216;..hhuu.. nikmaatt..&#8217;. </p>
<p>eehh, kontol lelaki itu ngaceng .., maklum pada permainan di kamar tidur tadi hanya istriku yang merasakan kepuasan dengan dua kali orgasme, sementara tamunya ini sama sekali belum keluar spermanya. Pelampiasan birahinya tertunda. Dan ketika dapat senggolan tangan istriku kontolnya langsung saja ngaceng. Uhh, memang luar biasa gede dan panjangnya. Istriku beranjak ke meja tulisku mengambil mistar plastik yang selalu di meja itu, kembali dan membuat ukuran penis lelaki ini. Panjangnya 22 cm, dengan garis tengah batangnya 4 cm atau seperti pipa besi se-ukuran 1.5 inchi. &#8216;Berapa mbakk, ..&#8217;, tanya lelaki asing itu. Istriku menunjukkan panjangnya di mistar, dan menyebutkan garis tengah batangnya. </p>
<p>Pada kesempatan ini istriku lebih leluasa memperhatikan tubuh tamu asingnya. Dari tempat duduknya dia perhatikan dada tamu itu hitam dengan sedikit mengkilat karena dipadati oleh daging, nampak sangat sehat. Sebagai lelaki pentilnya nampak cukup besar. Ahh.. aku belum sempat mengisap puting itu. Pasti sedap mendengar rintihan tamunya saat dia melumati puting itu, dia mengkhayal lagi. Kemudian dia perhatikan pula bahunya yang bidang, bagian mana yang menampakkan kejantanan dan kegagahan pria ini. Dan turun ke lengannya, nampak sepintas bulu ketiaknya. &#8216;Mass, ..tolong ambilin itu dong, cangkir merah di rak atas&#8217;, dia dapat akal untuk lebih banyak melihat ketiaknya. Dan, bukan main, bulu-bulu ketiaknya sangat rimbun. Baru sekarang dia sepenuhnya menyadari, pada saat-saat tidak sibuk menggumuli atau di gumulinya. </p>
<p>Ahh, sebentar dia akan menenggelamkan diri pada wilayah-wilayah berbulu itu. Walaupun telah empat kali mengalami orgasme, dan membuat tenaganya terperas tetapi pemandangan bulu-bulu tadi cepat menyegarkan kembali semangatnya. Sementara sang lelaki asing nggak perlu dikhawatirkan. Kontolnya jelas-jelas masih kehausan untuk permainan macam apapun. </p>
<p>Dia teruskan makan malamnya. Dia ambil susu dari lemari es, dia tegak sepenuh gelas. Dia ambil sebatang coklat, berbagi dengan sang tamu dalam adu bibir. Mereka juga bertukar minum dalam satu mulut. </p>
<p>Selingan makan ini tidak memutus kesinambungan birahi mereka. Mereka memiliki banyak kreasi untuk merawat semangat dan nafsu libidonya. Terutama karena istriku memang perempuan yang pandai. Dia selalu punya jalan keluar. </p>
<p>Sebagai penutup hidangan, sekali lagi istriku menawarkan kopi. Mereka kembali ke sofa depan sambil memawa kopi masing-masing. Duduk saling menempel. Tangan saling menggerayang. Kemudian disusul pagutan, saling bertukar lidah dan ludah. Mereka melakukan pemanasan lagi. </p>
<p>***** </p>
<p>Pukul 17.35, Selasa </p>
<p>Alangkah nikmatnya berciuman. Saling mengulum menikmati ludah yang hangat. Sesekali terdengar &#8216;clup&#8217; ketika bibir-bibir itu lepas sesaat. Irama wajah-wajah saat bibir mencari posisi untuk menyedoti nikmatnya. Mencari-cari tepian bibir dan saling menggigit. Uuhh .., libido langsung terdongkrak. Tangan istriku langsung merabai perut lelaki asing itu, turun meremasi jembutnya yang tebal. Digosok-gosokkan telapak tangannya untuk merasakan kekakuan yang nikmat dari setiap helai rambut kemaluan tamunya. </p>
<p>Kemudian merabai selangkangan. Digosokkan pada celahnya, naik, turun, melakukan dengan lembut. Diserempetkannya punggung tangannya ke batang kontol yang sedari tadi sudah dengan tegaknya mengacung, menunjukkan kepalanya yang seperti jamur, mengkilat dengan sobekkan menganga pada lubang kencingnya. </p>
<p>Kemudian dimainkannya bijih pelernya dengan remasan lembut, membuat lelaki itu mengeluarkan desisan sambil sedikit mengangkat pinggulnya. Dia ingin tangan-tangan istriku selekasnya menangkap dan mengelusi kontolnya. </p>
<p>Tetapi istriku tidak mau tergesa. Mungkin itu naluri betina, menggoda pejantan hingga karena nafsunya hadir menggelegak. Yang istriku lakukan justru melepas bibirnya dari bibirnya untuk meluncur ke bawah, keleher lelaki itu. Disini dia membuat lelaki itu mendongak sehingga dia bebas menyedoti batang lehernya, kekanan, kekiri, keatas dan bawah. Bau ludahnya melumati pori-pori leher lelaki itu semakin membuatnya terbakar. Dan jilatannya kembali meluncur turun. </p>
<p>Betapa istriku ingin melumati dada lelaki ini. Dada gempal sehat berotot itu demikian kenyal dalam gigitan. Disertai erangan dan rintihan lelaki asingnya, bibir dan lidahku melumati seluruh permukaan dadanya. Putting susunya dia sedotin, dia gigitin. Daging bawah susunya yang gempal dia gigitin. Berputar-putar disekeliling iga lelaki itu. Tentu saja sang lelaki menjadi kesetanan. Menggelinjang dan mengaduh, menahan gejolak birahi yang terus memuncak. </p>
<p>Dari dada bibir dan lidahku meluncur ketepian ketiak. Hidungnya menangkap aroma jantan sang lelaki yang menyebar dari ketiaknya. Uhh.. sangat nikmatnya. Dia ingin menjilati ketiak yang penuh bulu. Dia isyaratkan agar tamunya mengangkat lengannya. Dia ingin dengan terbuka dan leluasa bisa menjilati ketiak-ketiaknya. Dan sang tamu dengan senang hati bersender, melipat tangannya keatas untuk bertumpu pada kepalanya sehingga kedua ketiaknya yang penuh bulu terpampang. Istriku mengamati sejenak postur itu, oohh ..bukan main, seksi sekali.. Lihat, seorang pria asing, telanjang penuh bulu, kasar berotot, bersandar di sofa dengan sepasang ketiak berbulu yang menantang. Sementara kakinya selonjor kelantai setengah terbuka hingga nampak tegar kontolnya yang tegak ngaceng mencuat dari rimbunan jembutnya. uuhh ..alangkah nikmatnya untuk di jelajahi. </p>
<p>Ah.. Dia ada gagasan, mirip gagasan lelaki saat di tempat tidur tadi. Dia berdiri sesaat berhadapan dengan postur pria telanjang tersender di sofa itu, kemudian berjongkok. Bukan, bukan jongkok. Lebih rendah lagi, dia setengah berguling dilantai. Tangan-tangannya meraih kaki-kaki lelaki itu. Dia melakukan seperti tamunya yang telah lakukan padanya. Dia, istriku, ya istriku, mulai menjilati ujung-ujung jari kaki lelaki asing itu. </p>
<p>Mula-mula menciumi, mengkulum-kulum setiap jari kaki, dari jempol hingga kelingkingnya. Lidahnya menari diantara celah-celahnya. Kemudian pinggiran telapaknya disedoti. Kemudian telapaknya diciumi, dijilati hingga menutupi wajahnya. Telapak bersepatu no. 43-an itu sangat lebar menutupi wajah istriku yang mungil. </p>
<p>Dia menikmati bau sepatu pada telapak lelaki itu. Sepatu butut dan murahan yang berbau sangat menyengat. Maklumlah lelaki ini jalan dari rumah kerumah sepanjang hari. Tapi dihidung istriku saat ini, bau itu justru sangat merangsangnya. Dia lumat-lumat telapak kakinya itu seakan akan mencuci habis untuk menyedot bersih bau itu. </p>
<p>Karuan saja sang tamu asing ini benar-benar melayang dalam kenikmatan tak bertara. Seakan ingin ditariknya kakinya karena tak tahan kegeliannya. Tetapi itu tak dilakukan. Ini pengalaman pertama bahwa seorang perempuan, gedongan lagi, menjilati kakinya. Mencuci dengan bibirnya, menyapu-nyapu dengan lidahnya. Wwoo ..sungguh .. bukan main ..perempuan satu ini. </p>
<p>Selanjutnya dengan bersandar pada sofa samping, istriku duduk dengan betis kanan lelaki itu dalam rangkulannya. Dia jilati pori-pori dan bulul-bulu betis itu. Hidungnya mencium-cium mencari bau ke-laki-lakian pada betis itu. Dia pusatkan pada betis kanan saja. Ketidak seimbangan naiknya saraf-saraf pada betis akan menyiksa nikmat pada pemiliknya. Dan benar. Lelaki asing itu meronta. Dijambaknya rambut istriku untuk menghentikan sejenak kegelian di kaki yang melandanya. Dia nggak tahan. &#8216;Aduuhh ..mbbak, geli banget sihh ..&#8217;, istriku tersenyum puas mendengarnya. &#8216;Mbak ngerti banget kelemahan saya ..&#8217;, pujian yang menyemangati birahi istriku. Lelaki itu menarik nafas sesaknya, kemudian melepas jambakan rambut istriku. Dan nafsu istriku yang sudah membara kembali meraih betis itu, tidak mengulang pada wilayah yang sama tetapi bibirnya kini naik ke dengkul. </p>
<p>Ada semacam target dari istriku. Dia ingin melihat kontol tamunya mencapai ngaceng yang paling. Dia berharap dengan permainannya itu nafsu lelaki asing ini benar-benar meledak. Dia lirikkan matanya ke tonggak mengkilat yang mencuat dari belantara keriting, jembut lelaki itu. Dia perhatikan benar jamur mengkilat di ujung itu merekah dengan belahan ranum yang menunggu jilatan dan isapan mulutnya. Uhh.. indahnya. Itu pasti desakkan darah nafsunya. Dan lebih jauh ke atas nampak wajah tamunya yang mengerang dan merintih, merana dalam kenikmatan tak bertara yang sedang melandanya. </p>
<p>Dengkul itu digigitinya sesaat. Tak lupa lidahnya menyapu pori-pori dengkulnya mencari aroma ke-laki-lakian disana. Dan bibir terus naik ke sasaran utama. Paha berbulu lelaki itu dikemot-kemotnya. Bulu-bulunya sangat merangsang saraf-saraf lidahnya. Dia sedoti rasa asin keringat paha lelaki itu. Sementara itu posisi vaginanya tepat nyenggol jari-jari kaki sang lelaki. Wuuhh .. nikmatnya. Kemudian sengaja digosok-gosokan ke liang vaginanya. Dia merasakan seperti ada kontol di sana. Jilatan paha kemudian naik ke arah selangkangan. Matanya setengan merem, menikmati semerbaknya aroma selangkangan tamunya. Dan tak sabar lagi mukanya kemudian dia benamkan pada selangkangan itu. Diantara bijih peler dan sudut paha itu dia menemukan aroma yang keras keringat selangkangan lelaki itu. Disedotnya. Lidahnya menari-nari. Kembali matanya melirik kontol lelaki itu yang benar-benar telah siap menembusi vaginanya. </p>
<p>Sementara itu, oleh kegatalan yang sangat di bawah sana, pantatnya diangkat-angkatnya, agar jari-jari kaki itu masuk lebih menembus lubang kemaluannya. Dan akibatnya bukan main. Gelinjang tak tertahankan menyerang istriku, dia sudah sangat kehausan, matanya sudah nanar, &#8216;Mass.. Tolongg..aa..kkuu.., maass, tolongg..&#8217;, &#8216;..entot akkuu mass..&#8217;. </p>
<p>Lelaki itu sigap. Kini saatnya dia ambil alih kendali. Diangkatnya tubuh istriku, didudukannya ke sofa. Dia berdiri di depannya dengan kontol tonggaknya yang siap menerjang kemaluan istriku. Dia raih kaki-kaki istriku dan dinaikkannya kepundaknya. Kemaluan istriku jadi persis berhadapan dengan kontol gede panjang yang telah siap menembusinya. Dan pelan-pelan dia asongkan tepat ke lubang vagina istriku yang sudah nampak berminyak menunggu batangan itu. </p>
<p>Inilah saatnya kenikmatan hadir. Dengan sedikit menekan, kontol gede itu menyibak lubang vagina istriku. Nampak tidak mudah. Dia usap-usapkan dulu ujungnya, mencari cairan pelumas. Kurang. Dia meludah di tangannya. Dia usapkan ludah itu ke ujung kontolnya, sebagai pelicin. Dia kembali mencoba, ujung kontol dipaskan ke lubang vagina dan dorong. Pelan tapi ..blleess.. Sesaat berhenti. Sedikit dia tarik untuk meratakan pelumas itu. Dan kembali bless.., lebih dalam lagi. Dia tarik lagi dan bless lagi. Begitu beberapa kali. Sehingga akhirnya seluruh batangan yang 22 cm itu tertelan masuk dalam liang vagina istriku. </p>
<p>Pukul 17.57, Selasa </p>
<p>Upaya kontol tamu asing yang menembusi vaginanya sungguh membuat istriku hampir kelengar. Kontol itu demikian sesaknya, walaupun ini untuk yang kedua kalinya sejak hampir lima jam terakhir. Hal itu mungkin disebabkan urat-urat cengkeram dalam vagina istriku juga mengencang, hingga membuat lubang itu sangat mencengkeram. Ada rasa pedih dicelah-celah nikmat yang didapat. Mungkin timbul goresan. Tetapi sesudah lelaki itu meludahi kontolnya, ada sedikit pelumas. Cara memasukkan yang sedikit-sedikit dan pelan, kemudian ditariknya dan didorongkan lagi hingga pelumasnya merata tadi sungguh saat-saat yang dipenuhi gelinjang dan mendongkrak libidonya. </p>
<p>Dengan posisi kepala bersender di sofa, kemudian badan setengah melengkung karena kedua kakinya ditarik ke atas numpang di atas pundak sang lelaki sehingga dia bisa melihat secara nyata saat-saat ujung kontol menyentuhi bibir kemaluannya ternyata membuat sensasi erotis yang luar biasa. Dia menyaksikan bagaimana klitorisnya tersibak memberikan ruang untuk batang berkepala jamur mengkilat itu menembusi vaginanya. </p>
<p>Pemandangan kontol gede panjang dan kaku berwarna coklat kehitaman yang menembusi vagina berwarna kulit kuning putih itu sungguh merupakan sensasi yang belum pernah ia saksikan selama ini.</p>
<p>Bersambung Ke bagian 6</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-7.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 7</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-2.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 2</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-6.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 6</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-3.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 3</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-8.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 8</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-5.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perselingkuhan 19 Jam 6</title>
		<link>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-6.html</link>
		<comments>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-6.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 06:19:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Perselingkuhan 19 Jam]]></category>
		<category><![CDATA[Tukang Madu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahmesum.com/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[KisahMesum.Com : Sambungan Dari bagian 5 Sesudah kontol itu tertelan kelubang vaginanya, mulailah lelaki itu memompa. Bokongnya digerakkan maju mundur. Setiap kontol itu didorong maju jutaan saraf-saraf vaginanya merasakan kegatalan yang tak terhingga, demikian pula saat ditariknya mundur. Tanpa berfikir panjang lagi dia menggoyang-goyang pantatnya untuk menggaruk rasa gatalnya itu. Dan terdengarlah suara slup, slup, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KisahMesum.Com</strong> : Sambungan Dari bagian 5</p>
<p>Sesudah kontol itu tertelan kelubang vaginanya, mulailah lelaki itu memompa. Bokongnya digerakkan maju mundur. Setiap kontol itu didorong maju jutaan saraf-saraf vaginanya merasakan kegatalan yang tak terhingga, demikian pula saat ditariknya mundur. Tanpa berfikir panjang lagi dia menggoyang-goyang pantatnya untuk menggaruk rasa gatalnya itu. Dan terdengarlah suara slup, slup, slup dari pemompaan kontol pada kemaluan itu. Dan dari mulut istriku dan lelaki asing itu terus menerus terdengar lenguh, desah dan rintih nikmat yang berkepanjangan. </p>
<p><span id="more-377"></span></p>
<p>Kemudian terlihat kedua tangan lelaki itu meraih puting-puting susu, memelintir-pelintir dengan jari-jarinya. Waahh, bukan main, istriku menggelinjang dan langsung menggeliat-geliat. Kepalanya seperti orang kemasukkan setan. Dengan rambutnya yang langsung awut-awutan kepalanya digeleng-gelengkannya dengan cepat ke kanan dan kiri. Kegatalan pada dua titik, lubang vagina dan puting susu, benar-benar membuat istriku sangat histeris. Kemudian lelaki itu menunduk, menggantikan tangannya dengan mulutnya, puting-puting susu itu disedotinya dan digigitannya, sambil tanpa henti kontolnya terus memompa. Makin cepat, makin cepat. Slup. slup, slup. Dan .., &#8216;aachh..&#8217;, terdengar suara istriku merintih keras, &#8216;..maasszz, aa..kkuu.. nyampaii, orgasme lagii..&#8217;, benar, cairan-cairannya kembali tumpah dalam lubang vaginanya. </p>
<p>Dan lelaki itu tidak menghentikan pompanya. Rupanya dia sendiri dalam keadaan kegilaan nikmat yang nggak akan menghentikan apapun yang terjadi. Gerakan maju mundurnya makin cepat. Nampak seperti lokomotip yang lari kencang dengan hidrolik yang memompa mesin dan membuat rodanya berputar, kontol lelaki itu memompa lebih kencang lagi. Dia tidak memperhatikan istriku yang megap-megap, juga tidak mengacuhkan bibir-bibir vagina istriku yang ber-busa-busa karena cairan birahinya tersedot keluar. Kenikmatan karena sempitnya vagina itu ternyata tidak berkurang oleh membanjirnya cairan-cairan itu. </p>
<p>Dalam keadaan setengah merem dan melek, istriku menyaksikan busa-busa itu. Kembali kesadaran petualangannya hadir. Walaupun sudah terasa ngilu dan pedih-pedih, saat melihat busa-busa yang keluar akibat gesekkan pompa pada kemaluannya, dia tidak berusaha menahan gerakan lelaki tamunya itu. Dia biarkan batangan 22 cm itu meneruskan pompanya. Dan dia tambah pula kecepatan goyangnya. Dia menikmati bagaimana wajah lelaki itu blingsatan kenikmatan, dan bibirnya yang berpeot-peot mengaduh-aduh. Sementara dari tubuhnya bercucuran keringatnya membasahi dada dan perut istriku. </p>
<p>Dan rupanya lelaki itu belum juga ingin menyelesaikan permainannya. Diturunkannya kaki istriku dan ditariknya membujur searah sofa. Kaki sebelah kanannya dia sampirkan ke sandaran sementara kaki kirinya dia biarkan jatuh ke lantai hingga kemaluan istriku lebih terbuka. </p>
<p>Kemudian kembali disodokkan batang 22 cmnya menembusi kemaluan itu. Kali ini lelaki itu sungguh mendapatkan kesenangan. Dengan bokongnya yang terus maju mundur, dia merebahkan tubuhnya ke atas tubuh istriku. Mulutnya langsung menerkami leher istriku, ketiaknya, susunya, puting-puting susunya dengan penuh kegilaan. Slup, slup, slup, slup. Entah untuk yang berapa ratus kali. </p>
<p>Dan akhirnya datang juga. Lelaki itu merasakan spermanya akan muncrat. Sejak awalnya dia ingin menyaksikan lagi spermanya langsung muncrat ke mulut istriku. Dia akan merasa puas melihat istriku gelagapan menerima limpahan berliter-liter spermanya. Dan dengan sigap dia cabut kontolnya dari kemaluan istriku, kemudian bergerak ke samping sofa. Tangan kirinya secara kasar menjambak rambut istriku dan menariknya, sementara tangan kanannya mengasongkan jamur kontolnya yang basah oleh cairan vagina itu ke mulut istriku. Dan walaupun ada rasa pedih disebabkan tarikan pada rambutnya, istriku secara reflek mengangakan mulutnya. Ada perasaan aneh yang tiba-tiba menjalar. Dia merasakan nikmat atas perlakuan kasar lelaki itu. </p>
<p>Perasaan itu sudah mulai hadir sejak kontol gede lelaki tamunya menembusi kemaluannya hingga menimbulkan rasa pedih, kemudian saat kontol itu mulai memompa dengan cukup kasar hingga busa-busa birahinya tersedot keluar meleleh di seputar bibir vaginanya, dan sekarang.. rasa pedas di kulit kepalanya karena jambakan kasar tangan lelaki itu. Dia membayangkan dirinya menjadi budak kenikmatan sang lelaki dan sedang dipaksa untuk menerima sperma itu muncrat ke mulutnya. Itulah yang mungkin disebut sebagai kenikmatan &#8216;multi dimensi&#8217;. </p>
<p>Tangan lelaki itu mengocok-ocok batang kontolnya dengan cepat, mulutnya meracau, nafasnya terus memburu, sementara keringat dari dagunya, tubuhnya terus menetesi dada dan perut istriku. Kocokkan itu semakin cepat, pada saat segalanya akan hadir, lelaki itu mendongakkan wajahnya ke-langit-langit. Suara paraunya berteriak &#8216;Aaccrrhh.. aarrcchh .., keluarr .., keluarr, ayoo telann sayangg, makan nihh kontolkuu, minumm nih pejuhku&#8217;, dan .. crot, crot, crot.., muncrat-muncratlah ber-liter-liter air maninya. </p>
<p>Dengan teriakkan dan racauan panjang seolah melepas beban, laki-laki itu menumpahkan spermanya. Istriku merasakan ada sekitar tujuh kali semprotan panas mengisi rongga mulutnya. Dia terus menganga hingga semprotan itu reda. Sesudah itu dia merasai cairan itu. Mulutnya mengenyam-ngenyam. Kental dan pekat, ada asin, ada gurih, ada sepat dan ada pula pahitnya. Kemudian dia telan seluruhnya. Tenggorokannya ikut merasakan kehangatan air mani lelaki asing itu. </p>
<p>Dan selanjutnya seperti anjing yang selalu lapar, istriku menjilati pula yang tercecer di paha, jembut dan batang kontol lelaki itu. Batangnya masih diperas-peras pula khawatir masih ada yang tertinggal, dan lidahnya menjilat sisa-sisa sperma yang mengalir dari kepala jamur kontol itu. Lelaki itu tergolek dilantai bersandar sofa, lelah sesudah kerja tanpa henti tadi. Dan sesudah yakin nggak ada lagi sisa yang dijilatnya, istriku mengikuti duduk bersandar sofa disampingnya. </p>
<p>Suasana beku untuk beberapa saat. Hanya nafas-nafas panjang yang terdengar. Sementara di luar rumah mulai terdengar suara-suara lain. Klakson mobil, lonceng pedagang es krim, sesorang memanggil nama temannya dan hiruk pikuk lainnya saat hari berangkat malam .. </p>
<p>Pada saat itu, terlintas ingatan istriku pada suaminya. Dia bayangkan di sana suaminya sedang sibuk dengan pekerjaannya. Dasinya, handphonenya, laptopnya dan setumpuk dokumen tak pernah jauh dari dia. Sementara itu, dia, istrinya disini, telanjang terkapar kelelahan di lantai sesudah kemaluannya di entot habis oleh kontol gede panjang tamu asingnya. Ooohh, alangkah ironinya .. Kehidupan jagad terus berputar, di setiap sudut dunia lahir peristiwa-peristiwa. Harmoninya justru timbul dari berbagai ironi antara peristiwa yang satu dengan yang lainnya. </p>
<p>&#8216;Maass, rasanya kita perlu mandi-mandi lagi. Aku mau buat madu telor buat kesehatan kita berdua. Mas mandi dulu. Kita akan melewati malam yang woo .. Dan mesti segar dan sehat. Ok?&#8217;, itulah rentetan mulutnya untuk menepis ingatan pada suaminya. Tamu asing itu mengangguk setuju. Untuk hal-hal semacam itu dia nggak mau terlampau mencampuri. Itu urusanmu, pikirnya. &#8216;Okee ..&#8217;, toh keluar juga jawabannya, untuk menyenangkan istriku tentunya. Kemudian mereka bangkit. </p>
<p>***** </p>
<p>Pukul 18.31, Selasa </p>
<p>Istriku membuat nasi goreng istimewa. Dia memang juga jago masak. Diatas nasi gorengnya yang dimasak bersama serpihan-serpihan daging sapi dia taruh telor mata sapi setengah matang dan tomat irisan. Dia juga suguhkan kopi susu. Dia bilang itu semua untuk memulihkan tenaga. Tamu asing itu makan dengan lahapnya. Pasti bagi dia itu merupakan makanan yang cukup mewah. Terkadang mereka saling menyuapi. Wwuu, .. kemesraan palsu yang nikmat. </p>
<p>***** </p>
<p>Pukul 19.00, Selasa </p>
<p>&#8216;Aku mikir lho mas, tadi siang saat aku buka pintu dan Mas nawarin jamu, aku nggak begitu dengerin, cuma perhatiin orangnya lho&#8217;, istriku membuka omongan. &#8216;Ooo, ya ..? Terus?&#8217;, &#8216;Ya aku pandangi tubuh mas, ngganteng, pikirku&#8217;, &#8216;Ma kasih? Terus?&#8217;, &#8216;Terus aku ngintip dari kamar&#8217;, &#8216;Ooo pantesan jadi galak, ha ha ha!&#8217;, &#8216;Iyaa, aku naksir berat..&#8217;. &#8216;Kenapa sih kontolmu gede banget mas?&#8217;, &#8216;Khan udah dibilang karena madu, hi hi hi?&#8217;, &#8216;Iyaa deh, n&#8217;tar aku borong madunya&#8217;. &#8216;Bener?&#8217;, &#8216;Benerr. Biar suamiku ketularan gede juga, hi hi hi hi?&#8217;. </p>
<p>Begitulah mengalirnya sebuah birahi penyelewengan. Pada bicaranya sudah selalu mengarah ke urusan libido. Kemudian mereka saling berpandangan. Tersenyum. Sesaat kemudian istriku mengasongkan tangannya yang langsung disambut oleh lelaki itu. Tangan-tangan itu saling meremas. Dan aliran listrik birahi mulai bangkit, menjalar. Sekali lagi ber-adu pandang. &#8216;Mass .., aku nggak puas-puas lho. Aku selalu merindukan kontolmu&#8217;, istriku menebar senyum. Pernyataan birahi. &#8216;Samaa.., aku juga sangat kagum pada memekmu mbak. Enak banget. Legit&#8217;. &#8216;Bener, niihh..&#8217;. </p>
<p>Istriku berdiri nyamperin tamunya secara manja. Dia langsung duduk di pangkuan lelaki itu. Tangannya merangkul kelehernya, &#8216;Maass, ..uuhh..&#8217;, wajahnya mendekat dan dia mulai mencium. Bibir disambut bibir. Kemudian saling melumat. </p>
<p>Wajah istriku dengan ritme yang penuh rasa berputar-putar diatas wajah lelaki itu. Bibirnya, lidahnya berusaha merasuki rongga mulut tamunya. Di-isapnya lidah tamunya. Disedotinya ludahnya. Sang tamu juga tak kalah berbalas. Dirangkulnya istriku. Dieratkannya ke tubuhnya. &#8216;mm..&#8217;, terdengar gumaman. </p>
<p>***** </p>
<p>Pukul 19.16, Selasa </p>
<p>Beberapa menit berlalu. Istriku nggak tahan lagi. &#8216;Kita ke ranjang yook&#8217;, dia bangun dari pangkuan dan lagi-lagi menuntun lelaki asing itu keranjang perkawinannya. Nggak nampak lagi keraguan nyeleweng dan mengabaikan suaminya pada tingkahnya itu. Dia benar-benar masuk ke wilayah petualangan tanpa hambatan. Dia menikmati banget. </p>
<p>Menjatuhkan diri ke kasur bareng-bareng, istriku langsung menerkam, wajahnya ngusel-usel. Diciuminya lelaki itu sambil desahnya tak henti-henti. Dia cium dan gigiti bibirnya, dagunya. Sesekali bibirnya turun ke lehernya. Lelaki itu pasrah saja. Dia mengimbangi apa mau istriku. Dia menikmati. Kedua tangannya jatuh ke bantal, hingga ketiaknya yang berbulu terbuka. Sepertinya dia ingin ciuman, jilatan dan gigitan istriku merambahi semua wilayah tubuhnya. Dan itu memang menjadi target istriku. </p>
<p>Melirik ketiak tamu asingnya yang penuh bulu, hhuu .., hatinya tergetar.. Dia menahan diri untuk tidak langsung merambahnya. Dia membuat urutan. Bibir dan lidah turun ke dadanya. Disini istriku menikmati aroma tubuh lelaki seutuhnya. Sambil menggigit kecil, hidungnya dilekatkan kepori-pori di dada untuk menghirup lebih banyak bau lelakinya. Begitulah betina yang kehausan. Lihat, tangannya yang memeluki tubuh lelaki telanjang yang telentang pasrah, sembari sesekali jari-jarinya merabai bagian-bagian peka atau geregetan sambil mencubit kecil, atau menusukkan ujung-ujung kukunya ketubuh liat tamunya itu. Semua hal yang berlangsung, baik dari istriku maupun reaksi tamunya, nampak mengalir dalam derasnya libido mereka yang terus membara. </p>
<p>Suara bibir istriku sesekali terdengar, timbul karena kecupan-kecupannya dan karena desah kenikmatan yang dilaluinya. Sesekali kepalanya bangkit menyibakkan rambutnya yang terurai. </p>
<p>Nampak kemudian tangan kanan sang tamu meraih rambut-rambut istriku, membantu agar rambutnya tidak merepotkan ciuman dan jilatannya .. </p>
<p>uuhh .., enak banget menggigiti pentilmu mas, istriku berkata dalam hatinya sambil tak puas-puasnya menggigit dan menjilati pentil itu. Kemudian juga bagian bawahnya, di arah tulang-tulang iganya. Dia dapatkan daging gempal yang sungguh nikmat jadi sasaran bibirnya. Tak pelak lagi, lelaki itu bergelinjangan menahan geli nikmat sambil mulutnya mendesah, ingin mengaduh tetapi berusaha menahannya. Yang hanyalah suara-suara eekkhh.. Menahan geli dengan menekan nafasnya. </p>
<p>Tangan istriku merubah posisi. Mulai mengelusi bahu bawah ketiaknya. Dengan lembut tangan itu merabai, naik turun, mengalir mengikuti ritme bibirnya yang terus menjilati buah dada lelaki itu. eekkhh.., eekkhh.. Untuk kesekian kali lelaki itu menyibakkan rambut istriku. Terkadang nampak tangannya juga meremasi dan menjambak rambut itu. Tingkah lakunya itu mendorong birahi istriku makin semangat. Kepalanya mengangguk-angguk kecil atau meliuk mengikuti lidahnya yang menyisir lekukan anatomi dada tamu asingnya. </p>
<p>Istriku merubah posisi. Tubuhnya bergeser kesamping kanan. Tangannya sedikit mendorong, yang langsung direspon lelaki itu, hingga tubuh lelaki itu miring ke kanan tanpa harus menurunkan tangannya sehingga ketiak berbulu lelaki itu tetap terbuka. Dengan posisi ini istriku semakin leluasa menggiring bibir dan lidahnya menjangkau wilayah ketiak itu. Lembut, bergerak terkendali, pelan tetapi jelas, gigitan kecil dan jilatan lidah itu menuju wilayah ketiak. Sekali lagi terdengar eekkhh.., lelaki itu menahan nafasnya, menahan gelinjangnya. &#8216;Mmbaakk .. eekkhh&#8217;. </p>
<p>Nampak banget istriku menikmati reaksi emosi tamu asingnya. Semakin mendengar erangan, desahan atau gelinjang limbung lelaki itu, semakin dia getol, terus menjilat atau menggigit atau mengecupi. Itu semua merupakan bagian dari gejolak dalam simponi birahi. Aksi dan reaksi saling bersahutan melahirkan harmoni hubungan ranjang penyelewengan seorang istri dengan lelaki asing yang baru dikenalnya.&#8217;Ooocchh ..&#8217;, terdengar istriku mulai mendesah. Nampak hitam matanya menghilang ke atas dan kukunya menancap seakan hendak melukai kulit liat lelaki itu.</p>
<p>Bersambung Ke bagian 7</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-3.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 3</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-7.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 7</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-8.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 8</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-5.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 5</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-9.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 9</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-6.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perselingkuhan 19 Jam 7</title>
		<link>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-7.html</link>
		<comments>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-7.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 06:18:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Perselingkuhan 19 Jam]]></category>
		<category><![CDATA[Tukang Madu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahmesum.com/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[KisahMesum.Com : Sambungan Dari bagian 6 Dia memasuki ambang impian kenikmatan yang sejak siang tadi menjadi obsesi utama dalam rangka menikmati malam panjang penyelewengannya. Hidungnya mulai mengendusi bau ketiak tamunya. Bau asem itu pada situasi macam ini sungguh menjadi dambaan birahi. Libido istriku langsung terdongkrak. Sekarang bukan lembut lagi. Lidahnya sudah sampai ke tepi-tepi wilayah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KisahMesum.Com</strong> : Sambungan Dari bagian 6</p>
<p>Dia memasuki ambang impian kenikmatan yang sejak siang tadi menjadi obsesi utama dalam rangka menikmati malam panjang penyelewengannya. Hidungnya mulai mengendusi bau ketiak tamunya. Bau asem itu pada situasi macam ini sungguh menjadi dambaan birahi. Libido istriku langsung terdongkrak. Sekarang bukan lembut lagi. Lidahnya sudah sampai ke tepi-tepi wilayah nikmat. Hidungnya terus mengendusi. Sesaat kemudian wajah istriku sudah tenggelam dalam ketiak lelaki itu. Hidungnya terus mengendus-endus untuk meraih aroma ketiaknya sebanyak yang bisa diraih. </p>
<p><span id="more-375"></span></p>
<p>Dengan terus mengangguk-angguk kecil dan meliuk, wajah itu merambah ceruk-ceruk berbulu milik lelaki itu. Lidah istriku dengan cepat membuat bulu-bulu ketiak itu kuyup oleh ludahnya. Dia isap semua rasa. Asin atau manis atau asem yang membangkitkan gairah dan birahi yang terus memburunya. Desahannya berubah menjadi dengusan. Istriku kegilaan. Terkadang nampak geregetannya datang. Kepalanya digeleng-gelengkankan secara cepat hingga rambutnya nampak bergoyang ombak, seperti babi yang menekan moncongnya yang mengaduk lubang di tanah. Dan memang yang tersisa hanyalah sifat hewaniahnya. Dan dengan pantatnya yang saat ini sudah nungging, dengusan dan gelengannya itu membuat sang lelaki berbalik-balik, ke kanan, kekiri yang disertai dengan regangan kaki-kakinya menahan nikmat. Nampak otot-otot kakinya itu bertonjolan. Dan tak kalah sengitnya, kontolnyapun mencuat kaku. Mengkilat dengan jamur rekah di ujungnya, kontol itu dilingkari oleh jaringan urat-urat darah yang memompa daging kontolnya melesak keatas, tegak, seakan meriam yang mau meledakkan pelurunya. </p>
<p>Istriku melirik ke kontol itu. Tapi membiarkannya. Dia bergeser ke ketiak lainnya di sebelah kiri. Dia ulangi pula hal-hal sebagaimana telah ia lakukan pada ketiak kanan tadi. Kali ini tubuh istriku menindih lelaki itu. Buah dadanya lekat pada buah dada sang lelaki. </p>
<p>Lantas karena menahan amukan birahinya, sang lelaki menaik-naikkan pantatnya hingga kontolnya setiap kali menusuk-nusuk langit. Sekali lagi lirikan mata istriku dilepas. Dan kemudian tangan istriku bergerak turun, mulai mengelusi perut yang berambut menyambung ke jembutnya. Jari-jarinya menggapai dan meremas-remas. Sesekali kembali mengelus. Rasanya bisa diperkirakan. Wilayah itulah yang akan dirambah bibir istriku pada urutan berikutnya. </p>
<p>Kembali istriku mencari posisi yang pas. Dengan tetap nungging dengan tubuh telanjangnya istriku bergeser kanan sang lelaki. Tangannya terus meremas-remas penuh gereget. Bibirnya meluncur kebawah, mengulang jilatan dan gigitan sesaat pada dada, kemudian turun lagi. </p>
<p>Begitu bibirnya menyentuh bulu-bulu perut di bawah puser, langsung melumat-lumat. Tak pelak lagi perut berbulu sang tamu kuyup oleh ludahnya. Terdengar erang dan desis tamunya yang disertai seringai di wajahnya. Otot-otot perutnya mengencang menahan kegelian. Ber-menit-menit istriku terus menjilati perut penuh bulu, sebelum bergeser lebih bawah lagi. </p>
<p>Sekarang tangan istriku sudah merambah ke wilayah selangkangan. Dielus-elusnya selangkangan kanan kemudian kirinya. Dan akhirnya juga genggaman, pijatan dan remasan untuk bijih pelernya. Ooocchh.. suara desahan itu .., begitu nikmat ditelinga ini, demikian batin istriku mendengar gelinjang desahan lelaki asing itu. </p>
<p>Kini istriku sudah berada di antara paha lelaki itu. Dengan tetap nungging, istriku membenamkan mukanya ke rerimbunan jembut sang tamu. Bau lelaki dengan kuat menyergap hidungnya. Nafsu irahi istriku semakin meledak-ledak. Untuk cara-cara macam ini yang sama sekali belum pernah dia lakukan pada suaminya selama lebih 20 tahun mereka menikah. </p>
<p>Dengan genggaman tangan kanan yang mengelus naik turun batang kontol yang 22 cm itu, bibir, lidah dan gigitan istriku meratai batang dari pangkal, tengan hingga ujungnya. Dengan penuh rasa dan birahi kepala jamurnya dia jilat dan isap-isap. Ludahnya telah membasah di selangkangan lelaki itu. Bau lelaki dan ludahnya sendiri bercampur menjadi bau yang membuat vagina mengempot-empot minta di remasi. </p>
<p>Ketika semua sudut dan titik di selangkangan tamunya sudah nggak ada yang lewat dari jilatannya, secara reflek lelaki itu mengangkat kedua pahanya ke atas, hingga tubuhnya melipat sampai betisnya menyentuh kanan dan kiri telinganya. Dan akibatnya adalah wilayah pantat hingga anus lelaki itu seperti ditawarkan untuk dirambah pula oleh bibir dan lidah istriku. </p>
<p>Sesaat nampak istriku ter-jengak. Bagi dia pemandangan macam ini sama sekali nggak pernah ter-impikan. Paha yang juga dipenuhi bulu-bulu, bijih peler, pantat dan anusnya yang juga penuh bulu terpampang langsung di depan wajahnya. Tapi jengak itu langsung berubah menjadi kegilaan birahi. Dengan menggoyang kepalanya untuk menyibak rambutnya, istriku merebah tengkurap dari nunggingnya, tangannya diasongkan ke depan meraih pantat itu. Kemudian dengan penuh bara nafsu istriku kembali mengecup dan menjilat. </p>
<p>Dari gundukkan daging bawah peler, turun lagi hingga lubang anus dia lumati habis. Lidahnya menari-nari mendesaki anus lelaki itu dan merasai semen anus itu. Hidungnya berusaha menangkap aromanya. Wwwoo.., sungguh eksaiting. Bau dan semen anus itu membuat dia menjadi begitu binal. Wajahnya digoyang-goyangkan untuk lebih terbenam lagi menyeruak ke bokong dan anus tamu asingnya. Dan dari atas sana terdengar suara merintih dan sekaligus seperti mengemis, &#8216;Terruuzz mmbakk , ttee..tteerruuzz, ayyoo mbakk, ..teruss.. jilatin yang banyakk.. oohh enakk..&#8217;, suara itu tak pernah lagi berhenti, &#8216;lidahnyaa.. maasszzuukkiinn.., tteerruuzz..oocchh.. aacchh&#8217;. </p>
<p>Dan tak terhindarkan lagi, kontol lelaki itu menyeruak dan mencuat menembaki langit-langit kamar pengantinnya. Nampak jamur dan lubang kencingnya yang merekah, mengkilat-kilat. Kontol itu sudah siap untuk menembusi memekku, demikian pikir istriku. Dan dengan kebinalan birahinya yang juga sudah berada dipuncaknya, istriku dengan sigap bangun, menurunkan kaki lelaki dari lipatannya kemudian menumpaki tamu asingnya ini. Dia duduk seperti naik kuda di perut lelaki itu dengan kaki-kakinya yang terlipat ke belakang sementara pantatnya, atau lebih tepat lubang kemaluannya dipernahkan ke arah kontol lelaki itu. Lantas sedikit menungging sambil tangan kirinya meraih batang 22 cm itu dan mengepaskan jamur merekahnya ke lubang vaginanya. Sesudah dirasakan pas ujung kontolnya menyentuh bibir-bibir kemaluannya, dia turun ke arah duduk mecoba mendesakkan kontol itu kelubang kemaluannya. Beberapa kali dia lakukan ulang-ulang sebelum kontol gede itu berhasil ditelan vaginanya. </p>
<p>Saking gedenya kontol itu saat melesak menembusi bibir-ibir memek istriku ikut tertekan melesak ke dalam. &#8216;Aacchh.. Maasszz, enak bangett.. uuchh&#8217;, terdengar desah istriku. Dia sesaat merasakan batang kontol itu dalam cengkeraman vaginanya. Dia rasakan setiap mili kontol tamunya menggosok saraf-saraf kemaluannya. Dia rasakan denyutan darah yang mengalir dalam batang gede panjang itu. uuhh.., nggak akan hal macam ini bisa dia dapatkan dari suaminya. </p>
<p>Kemudian pelan-pelan dia mulai tarik. Dia angkat pantatnya. Dia rasakan batang kontol itu menjalar keluar, dah uuhh.., gatalnya.. Kemudian dia masukkan lagi. Rasa semakin gatal menyerang vaginanya. Dia tarik lagi pantatnya. Masuk lagi. Keluar lagi. Masuk, keluar, masuk, keluar. Dan jadilah kocokkan. Yang satu batang menusuk, yang lain lubang menelan. Dan jantan betina di ranjang pengantin itu saling memompa. Terkadang bokong istriku nampak seperti mengulek. Pantatnya ditekan habis kemudian tubuhnya di tarik kedepan dan didorong kebelang berulang 2 atau 3 kali sebelum keduanya kembali saling pompa. Tempat tidur dan gambar di dinding ikut ber goyang-goyang. Riuh rendah desahan dan rintihan saling bersahut. Ruang sempit itu menyaksikan puncak-puncak penyelewengan istriku. Menyaksikan bagaimana dia tidak lagi mengabaikan suaminya. Bagaimana dia dengan lahap menjilati, mengisap-isap, mencium dan menggigiti bagian-bagian peka birahi tamu asingnya. </p>
<p>Saat-saat ledakkan kepuasan mendekat. Lelaki itu mempercepat kocokkan dengan pantatnya yang naik turun dan kontolnya yang menembusi kemaluan istriku terlihat seperti mesin hidrolik. Demikian kaku dan tegar. Basahnya batang kerana cairan birahi istriku membuat batang itu mengkilat dan menunjukkan lingkaran urat-uratnya. </p>
<p>&#8216;Mbbakk.. aku mau keluarr, mmbaakk akuu mau keluarr .. Terruusszz mbakk, eennakk, eennaakk .. Teruuss&#8217;, yang dijawab dengan parau oleh istriku, &#8216;Maass.. Aku jugaa, akuu mau keluarr.. Bareengg yaa. Keluarr barengg .. baarreengg.. aasszzhh..&#8217;, dan tak terelakkan lagi simponi rintihan dan erang nikmat yang kemudian di akhiri teriakkan kemenangan dari jantan dan betina ini gegap gempita memenuhi ruang pengantin yang sempit itu. Keduanya bersama-sama meregang. Keduanya menumpahkan cairan-cairan dalam jumlah yang sangat banyak. Pemompaan yang belum kunjung berhenti itu membuat cairan-cairan keduanya terdesak keluar. Busa dan lelehan sperma muncrat akibat dari jepitan antara kontol dan dinding vagina di bibir kemaluan istriku. Cairan itu muncrat-muncrat saat kontol mendorong kedalam liang vagina. Bibir vagina terseret keluar bersama tarikan batang kontol membawa busa dan cairan yang langsung menebar ke kanan dan kiri bibir vagina. Kocokkan tak kunjung henti mengikuti kegaduhan yang keluar dari mulut istriku dan lelaki itu. </p>
<p>Ketika tiba saatnya reda, yang terdengar hanyalah tarikan nafas-nafas panjang. Istriku meletakkan kepala lelahnya di dada tamu asingnya. Dan lelaki itu membuka tangan dan kaki telanjangnya untuk mencari dingin. Keringat keduanya membasahi tempat tidur. Nampak spreinya basah dan berserak terangkat dari jepitan kasur. Bantal-bantalnya jatuh ke lantai. Kegaduhan lenyap diganti keheningan di antara nafas-nafas jantan betina itu. Mereka telah meraih puncak kepuasan birahi. Bagi istriku, itu merupakan puncak penyelewengannya yang paling memuaskan. </p>
<p>Pukul 20.20, Selasa </p>
<p>Keheningan itu berlalu panjang. Mereka yang lelah tertidur. Menjemput mimpi indahnya. Kadang-kadang salah satunya bergerak-gerak berubah posisi. Tenang. </p>
<p>Istriku tengkurap telanjang. Tangannya memeluki bantal. Sang lelaki ngangkang. Nafas-nafas mereka berhembus penuh damai dan kepuasan. Mungkin dingin malamlah yang membuat mereka terlena. Sesekali di luar anjing menggonggong. Suara kaleng yang dipukul tukang pijat buta lewat. Ada deru mobil di kejauhan. Atau tukang nasi goreng, siapa tahu ada yang kelaparan di malam hari. Lelaki itu memperdengarkan dengkur kecilnya. Mulutnya sedikit terbuka. Istriku bergerak telentang dengan tangan di dadanya. Nampak susunya masih ranum. Ada bercak-bercak merah, pasti karena sedotan nikmat dari lelaki di sampingnya itu. </p>
<p>***** </p>
<p>Pukul 02.08, Rabu </p>
<p>Istriku menggeliat terbangun. Lampu kamar yang terang nyalanya menyadarkan dia. Pertama yang dilihatnya adalah lelaki telanjang di sebelahnya. Dia diam sesaat mengumpulkan kesadaran sambil bberkedip-kedip matanya tidak melepaskan dari tubuh telanjang lelaki itu. Diingatnya bahwa sejak kemarin siang dia bercengkerama saling mengumbar birahi dengan lelaki ini. </p>
<p>Kemudian mukanya mencari-cari jam di dinding. Pukul 2 pagi lebih. Telah berapa jam dia ber-asyik masyuk dengan tamu asing ini? 12 jam. uuhh, sepanjang waktu itu rasanya hidupnya sangat memiliki arti. Hanya dalam waktu 12 jam dia telah mendapatkan orgasme 7 kali. Orgasme yang tidak pernah dia dapatkan dari hubungan kelaminnya dengan suami selama 20 tahun perkawinan mereka. 12 jam dibanding dengan 20 tahun. Wwwoo. </p>
<p>Istriku bergeser mendekat. Dia mendengar nafas lelaki itu. Dia lebih mendekat lagi. Dia perhatikan paras lelaki itu. Alisnya, dagunya dan oo.. bibirnya seksi sekali. Mulutnya yang setengah menganga membuat bibir lelaki itu sangat seksi. Dia pengin menciuminya, tetapi jangan, kasihan, capek sesudah beberapa jam menggenjot menyetubuhinya. Dia perhatikan lebih dekat lagi. Dari wajah turun ke dadanya. Dada gelap dan gempal lelaki tamunya ini sungguh mempesona istriku. Bukit-bukit susunya dihiasi dengan puting ditengah lingkaran hitam, ukurannya cukup besar untuk jadi sasaran gigitan, nampak naik turun yang disebabkan nafasnya. </p>
<p>Kemudian turun ke perut dan pusernya. Bulu-bulunya melebat di seputar pusernya mengawali rimbunan bulu jembut di bawahnya lagi. Entah berapa gigitan dan kecupan yang telah ia berikan di daerah ini. Dan pandangannya tergoda untuk terus ke bawah. Dia perhatikan seakan belalai yang terkulai. Bukan main. </p>
<p>Kontolnya yang sedang dalam posisi terkulaipun ukurannya sudah lebih gede dari milik suaminya. Woo.. fantasinya datang. Bagaimana dia bisa pelan-pelan menyaksikan bagaimana kontol ini bergerak tumbuh hingga tegang ngaceng ke langit-langit. </p>
<p>Dia jadi melek total, gairahnya membangkit. Dia bangun turun dari kasur untuk kembali naik dari arah selangkangan lelaki asingnya hingga wajahnya tepat menghadap ke selangkangannya. Tangannya sedeku kekasur. Aroma kemaluan lelaki mulai menyergap hidungnya. uuhh.., kini baru nampak jelas. Ternyata kontol itu tidak sunat. Ujungnya meruncing. Daging tipis menjadi kulup yang membungkus jamur besar yang selama ini menjadi sasaran lumatan bibir dan lidahnya.</p>
<p>Bersambung Ke bagian 8</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-8.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 8</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-5.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 5</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-6.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 6</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-3.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 3</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-2.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 2</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-7.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perselingkuhan 19 Jam 8</title>
		<link>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-8.html</link>
		<comments>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-8.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 06:17:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Perselingkuhan 19 Jam]]></category>
		<category><![CDATA[Tukang Madu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahmesum.com/?p=372</guid>
		<description><![CDATA[KisahMesum.Com : Sambungan Dari bagian 7 Dia baru sadar dan melihat bagaimana kontol orang dewasa yang nggak disunat. Godaan besar datang. Tangannya nggak tahan untuk diam. Pelan-pelan kontol yang terkulai itu dielus-elusinya. Diangkat dari rimbunan jembut kemudian jari-jarinya menarik kebawah kulup itu hingga terbit ujung.. dan kemudian nampak utuh jamur itu. Lelaki asing ini nampaknya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KisahMesum.Com</strong> : Sambungan Dari bagian 7</p>
<p>Dia baru sadar dan melihat bagaimana kontol orang dewasa yang nggak disunat. Godaan besar datang. Tangannya nggak tahan untuk diam. Pelan-pelan kontol yang terkulai itu dielus-elusinya. Diangkat dari rimbunan jembut kemudian jari-jarinya menarik kebawah kulup itu hingga terbit ujung.. dan kemudian nampak utuh jamur itu. Lelaki asing ini nampaknya nggak terganggu tidurnya. Istriku asyik mengamati kontol itu, bahkan tak lama kemudian sudah mendekatkan lagi wajahnya, mencium kontol itu, kemudian menjilat, menjilat-jilat, menjilat-jilat, menjilat-jilat .. </p>
<p><span id="more-372"></span></p>
<p>Aneh, kontol itu lama-lama berdiri tanpa membuat bangun pemiliknya. Makin lama menegang dan istriku makin asyik menjilati. Saat berdiri menegang, kulupnya kedesak jamurnya, seperti bunga yang tumbuh dari kuncupnya, jamur gede itu merekah. Istriku makin semangat dan birahinya makin meninggi. Dia memutar-mutar kepalanya untuk meraih jilatan lebih banyak hingga ke batang-batang dan pangkal kontol yang saat ini ada dalam genggaman tangan kirinya. Terdengar desah kecil dari lelaki tidur itu, mungkin mimpi nikmat. Sementara istriku sudah demikian semangat. Sesudah melumati selangkangan yang juga penuh bulu, kembali istriku mengemot-emot batangan gede panjang yang saat ini sudah benar-benar mendekati ukuran sempurnanya. </p>
<p>Istriku kepingin kontol itu memuncratkan spermanya. Dia menjilati kepalanya, ternyata dia sudah merasakan precum di ujung jamur itu. Precum itu dia jilatin dan kemudian melutnya menganga memasukkan menelan kontol itu, dia mulai memompa. Batangan besar panjang itu menembusi mulutnya hingga mentok ke pintu tenggorokkan. Lelaki itu mendesis pelan. Nampaknya dia merasakan ada kenikmatan di bawah sana, tetapi kantuknya membuat enggan untuk bangun. Dia biarkan saja apa yang terjadi dan merasakan kenikmatan melayang dalam setengah tidur .. </p>
<p>Tampak muka istriku menggeleng ke kanan dan ke kiri untuk mendapatkan ritme pompa yang nikmat. Tangan kirinya menahan batangan kontol itu agar tidak lepas dari mulutnya, sementara tangan kanannya merabai pinggul kemudian pantat, menikmati bulu-bulu yang tersebar pada wilayah itu. Suara desah istriku terus beruntun seirama dengan pemompaan. Dan ..makin cepat, makin cepat, makin cepat. Istriku semakin tidak sabar untuk menyedoti sperma lelaki ini yang walaupun setengah tertidur kontolnya tetap meregang maksimal sempurna. </p>
<p>Rupanya usaha istriku membuahkan hasil. Pantat lelaki itu kini bergerak naik turun menikmati pompa istriku. Kontolnya yang kaku tegak, makin cepat menembusi mulut istriku. Tangannya turun meraih kepala dan meremasi rambut istriku. Desahnya mengeras, makin keras, makin keras .. hingga..crot crot crot.. saluran sperma di sepanjang kontol itu nampak berdenyut keras. Spermanya terpompa. Delapan kali denyutan besar menumpahkan delapan puncratan besar. Istriku menjadi gelagapan. Mulutnya berusaha menangkap semua yang tumpah, jangan ada setetespun yang terbuang. Walau tak terhindari, dari mulutnya nampak meleleh sebagian sperma itu karena nggak lagi tertampung dalam mulut mungil itu. Syaraf-syaraf rasa dalam rongga mulutnya sibuk merasai sperma yang tumpah bertubi. Dikenyam-kenyamnya dan ditelannya. Sebanyak yang bisa ditelannya, tenggorokkannya menikmati basah teraliri cairan hangat itu. Diusapnya keringatnya yang sempat mengucur di pagi dini yang dingin itu. </p>
<p>Sesaat kemudian tubuh telanjang istriku jatuh kelelahan. Wajahnya terbenam di selangkangan sang lelaki asing. Tangannya terkulai lemas, merangkul pahanya. Nafasnya terdengar ngos-ngosan. Dia puass.. Kini dia pengin istirahat. Dia tidak merubah posisi. Keadaannya sudah nyaman. Dia pengin tidur lagi. </p>
<p>Sementara itu, bagi sang tamu, lelaki asing itu, walaupun dalam setengah ngantuk, dia menikmati pengalaman yang belum pernah dirasakan sebelumnya. Saat lelap tidur di malam hari, ada perempuan cantik yang mempermainkan kontolnya, menjilati kemudian mengisapinya hingga spermanya keluar tak terbendung. Ahh.., dia akan kenang panjang. Dia sendiri tetap enggan bangun. Kantuknya masih menyerang. Dia biarkan perempuan itu tidur di selangkangannya. Dan tak lama kemudian dia kembali lelap. </p>
<p>***** </p>
<p>Pukul 06.02, Rabu </p>
<p>Tukang bubur ayam membangunkan tidur sang jantan dan betina dari ranjang pengantinnya. Teriakan dan deru motornya membuat anjing tetangga menyalak-nyalak walaupun suara itu saban pagi hadir. Dasar anjing. </p>
<p>Pertama istriku yang menggeliat bangun. Kemudian lelaki itu. &#8216;Masszz.., koq ini ikut bangun&#8217;, istriku membuka suara sembari tangannya langsung mengelusi kontol yang terlihat sejak sebelum pemiliknya bangun, kontol itu sudah lebih dahulu bangun menegang keras. </p>
<p>&#8216;mm ..mbakk, uuhh tidurku &#8216;bleg zeg&#8217; banget. Nggak ngimpi, nggak bangun, jam berapa ini&#8217;. Istriku tidak menyahut, tangannya terus mengelusi kontol lelaki itu. &#8216;Tadi malam sedap nggak masszz..?&#8217;, dia coba mengingatkan, &#8216;Ooo, yaa.., aku ngimpi ada bidadari cantik mengenyot-enyot ini..&#8217;, sembari menunjuk batangnya. Kemudian mereka bersama tersenyum. </p>
<p>Inilah sarapan mereka. Sambil tengkurap disamping lelakinya yang tergolek disampingnya istriku terus mengelusi kontol ngaceng itu. Dia permainkan lubang kencingnya dengan ujung-ujung jarinya. Nikmat di pagi hari, begitu batin sang lelaki sambil menggeser tubuhnya lebih melekat ke istriku. Tangannya dipelukkan ke pinggul dan mengusap-usap pinggul serta bokong istriku. Kedua-duanya saling asyik mengusap. Sesekali istriku mengecup pentil tamunya. </p>
<p>Tangan lelaki ini mulai menggerayang lebih ke bawah. Tangannya menguak belahan pantat istriku dan jari-jarinya mengusap daerah peka di pantat, yaitu lubang anus istriku. Jari-jari itu terkadang menusuk sedikit, berusaha menembusi anus. Istriku merasakan adanya sensasi erotis. Saat jari-jari mengusap dan menyentuh cincin analnya, woo.., koq nikmat banget .. Istriku sedikit mendesah sebagai tanda dia mendapatkan kenikmatan dari ulah lelaki itu. </p>
<p>Sang lelaki, begitu mendengar desah istriku langsung bersemangat. Dengan cara membasahi ujung jarinya dengan ludahnya terlebih dahulu, dia berusaha menembusi anal itu lebih masuk. Dan tak pelak lagi istriku mengaduh, kesakitan tapi nikmatnya sangat sensasional, dia tidak menghindar. Sang lelaki berusaha lebih lembut lagi hingga istriku tidak lagi merasakan sakit kecuali nikmat yang ..&#8217; Mass.. enak banget ssiihh..&#8217;. </p>
<p>Kemudian si tukang madu pindah kebelakang punggung istriku. Tangannya mengangkat kaki kiri istriku jauh ke atas hingga dalam posisi miring selangkangan dan kemaluan istriku terpampang. Dari arah belakang lelaki ini menyorongkan kemaluannya yang panjang itu ke arah memek istriku. Nggak ada masalah, karena ukuran panjangnya dengan mudah menjangkaku bibir vaginanya. Istriku yang sudah mulai kehausan langsung meraih kontol di selangkangannya dituntun untuk menembusi gerbang vaginanya. &#8216;Ooocchh.., aacchh..&#8217;, begitu desah dan rintihnya saat dari arah punggungnya lelaki itu menyebadani dia. </p>
<p>Dan desah rintihan itu semakin sering dan keras ketika kontol panjang gede itu mulai memompa dengan intensip. Suara lelaki itu, &#8216;huh, huh, huh, huh..&#8217;, setiap kali mendorong batangnya menembusi vagina istriku. Inilah sarapan mereka, seorang istri yang telah membuktikan kesetiaannya selama lebih dari 20 tahun, runtuh saat melihat dan merasakan sentuhan kontol gede panjang, entah milik siapa itu, tukang madu yang sama sekali tidak dikenalnya. </p>
<p>&#8216;Mbbaakk, mau nggak nungging.., kaya anjing gitu lho..&#8217;, lelaki itu berbisik, kata &#8216;kaya anjing&#8217; itu memiliki kekuatan erotis. Semacam kata yang merendahkan, menghina. Tetapi kali ini dia merasakan kenikmatan ketika kata itu diucapkan untuk dia. Dia bahkan merasa ingin ada kata-kata lain lagi yang lebih hina lagi, misalnya &#8216;pelacur, budakku, anjingku&#8217; atau lainnya. Dia merasakan nikmat yang menjalar dalam jauh di lubuk hatinya, nikmat birahi karena dihina, karena direndahkan. Dan dia toh pantas mendapatkannya sesudah dengan jelas dia menyeleweng dari suaminya sekarang ini. </p>
<p>Dia bangun untuk nungging. Kepalanya dia taruh di atas bantal yang dipeluknya, pantatnya diangkat ke atas sehingga menantang wajah lelaki itu. </p>
<p>Dan tak dipungkrinya lagi, pantat dan lubang dubur istriku yang sangat bersih mulus itu sungguh sangat merangsang lelaki itu. Sebelum dia memasukkan kembali kontolnya ke lebang vagina istriku, bibirnya mampir untuk menjilati dan menciumi pantat dan lubangnya itu. Istriku menjadi histeris. Dengan suaranya yang parau dia menjerit dan mengaduh. Tangannya meremasi bantal, bahkan kemudian susunya sendiri, pentilnya dipelintirin menahan kenikmatan jilatan lelaki itu. </p>
<p>Ketika anal istriku sudah kuyup oleh ludahnya, lelaki itu bangun seperti anjing jantan mau kawin sama anjing betina. Dari arah belakang kontolnya didorong menembusi memek istriku dan terus memompa. Istriku langsung kelimpungan. Dia gerak-gerakkan pantatnya menyambut setiap doronngan kontol menembusi kemaluannya. Ada rasa pedih, tetapi nikmatnya lebih besar. Pada kesempatan itu istriku mendapatkan orgasmenya yang ke delapan. Dia dengan nyaring mengaduh dan merintih nikmat. </p>
<p>Tahu istriku sudah mendapatkan orgasme, dia cabut kontolnya. Nafsu lelaki ini justru baru mulai. Kontolnya yang tegang kaku itu dia pindahkan sasarannya, anus istriku. Diludahinya kontolnya sebagai pelicin. Kemudian diludahinya pula lubang anal istriku. Dan sesudah yakin kepala kontolnya berada yepat di lubang anus, dia mendorong kontolnya untuk menembusi. </p>
<p>Istriku sudah menebak sebelumnya. Saat tangan lelaki tadi menusuk-nusuk pantatnya, dia tahu keinginan tamunya ini. Dan dia sendiri, sesudah merasakan tusukan jari pada lubangnya tadi, timbul keinginanya untuk melakukan persetubuhan dengan lelaki asing ini seperti anjing di musim pancaroba. Dia tidak menolak. </p>
<p>Ternyata timbul rasa sakit tak terhingga. &#8216;Maass.. Sakkiitt.., ammpunn.. Jangann mass, sakiitt, uuhh jangann..&#8217;, sambil tangannya berusaha meraih kontol itu yang dengan sigap ditepis sang lelaki. Bahkan saat istriku mau bangkit menghindar, lelaki itu cepat menangkapnya dan memeluknya erat-erat dari belakang sambil pantatnya tetap maju mundur mendorong kontolnya terus menembus anal istriku. </p>
<p>Tak dipungkirinya. Kontol gede panjang itu sangat menyakitkan pantatnya. Tetapi pegangan lelaki itu sungguh sangat kuat. Kekuatan dia tidak bisa melawan kekuatan lelaki itu. Dan tusukkan itu tak mampu dia hindari. Dia merasa diperkosa. Dipaksa untuk melayani nafsu lelaki tamu asingnya ini. </p>
<p>Rasa sakit itu tetap berlangsung setiap kali kontol lelaki itu menusuk ke dalam. Permainan tusuk tarik ini berlangsung demikian lama. Rasanya istriku mau pingsan. Dia belum mendapatkan rasa nikmat dari pantatnya. Dia hanya mengeluarkan air mata menahan rasa panas dan pedas di duburnya. Blup, blup, blup, blup, demikian suara dari paduan kontol dan anal itu. &#8216;Maass, aammpunn.. saakkiitt, mmaass, sakiitt.., ssakkitt&#8217;, ternyata erang dan tangis istriku itu justru menjadi pemacu nafsunya. Dengan semangat yang paling tinggi lelaki itu mempercepat tusukkan. Ditariknya jauh-jauh kemudian ditusukkannya dalam. Kontol itu benar-benar seperti tomak yang menusuk korbannya. Makin cepat, makin cepat. </p>
<p>Dan saat istriku merasakan bahwa lelaki ini sudah tidak lagi bisa dikendalikan, matanya berkunang-kunang. Rasanya dia menghadapi pingsan. Dan pada detik berikutnya samar-samar suara teriakan kemenangan seorang pejantan, &#8216;aarrcchh.., hah, hah, hah..aachh&#8217;, dan jauh di lubang pantatnya dirasakan ada cairan hangat yang menyemprot-nyemprot. Di samar-samar tahu lelaki itu sudah mencapai orgasmenya. Dan yang lebih penting, kontol pedih itu tidak lagi menusuk, bahkan cairan hangat itu sedemikian memberikan kenikmatan, pantatnya tidak lagi pedas. Cairan itu seketika menyembuhkan seperti obat semprot. Pedihnya langsung surut. Dan.. samar-samar pula, dia merasakan nikmat. Kontol gede yang masih tertanam dalam vaginanya, rasa legit licin hangat yang ditumpahkan kontol itu ternyata memberikan akhir siksaan pedih yang nikmat sekali. Dia telah merasa seperti anjing sesungguhnya. </p>
<p>Kehinaan yang dilontarkan lelaki tadi menjadi lengkap dan tuntas dengan tumpahnya sperma sang tamu dalam anusnya. Dia nggak menyesal. Rasa sakit yang baru saja dilewatinya, bahkan hampir membuatnya pingsan telah berubah menjadi kepuasan seksual. Bahkan sudah tersirat, suatu saat dia akan minta macam ini lagi. Dia akan merindukan sakit yang nikmat ini.</p>
<p>Bersambung Ke bagian 9</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-3.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 3</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-7.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 7</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-6.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 6</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-10.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 10</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-2.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 2</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-8.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perselingkuhan 19 Jam 9</title>
		<link>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-9.html</link>
		<comments>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-9.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 06:16:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Muda]]></category>
		<category><![CDATA[Perselingkuhan 19 Jam]]></category>
		<category><![CDATA[Tukang Madu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahmesum.com/?p=368</guid>
		<description><![CDATA[KisahMesum.Com : Sambungan Dari bagian 8 Pukul 07.15, Rabu Sementara sang tamu mandi, istriku membuat makanan. Dengan bahan yang tersedia dia buat bubur sereal, telor setengah matang campur simpanan madunya sendiri, yang ini asli madu Kuwait yang aku beli seharga 100 dollar per botol, woo.., kopi susu dan orange. Rupanya nggak kalah dengan American breakfastnya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>KisahMesum.Com</strong> : Sambungan Dari bagian 8</p>
<p>Pukul 07.15, Rabu </p>
<p>Sementara sang tamu mandi, istriku membuat makanan. Dengan bahan yang tersedia dia buat bubur sereal, telor setengah matang campur simpanan madunya sendiri, yang ini asli madu Kuwait yang aku beli seharga 100 dollar per botol, woo.., kopi susu dan orange. Rupanya nggak kalah dengan American breakfastnya Hilton. Dia tata di meja untuk berdua. </p>
<p><span id="more-368"></span></p>
<p>Pagi itu istriku nampak sangat cantik dan bugar. Nampaknya orgasmenyalah yang membuatnya segar dan ceria. Walaupun belum mandi, dengan celana pendek mini bertbahan jeans dan blus Armani yang halus lembut, sungguh dia nampak 15 tahun lebih muda. Orang bilang wanita nampak cantik saat bangun tidur, itulah istriku kali ini. </p>
<p>Selesai mandi istriku memberikan celana pendek juga bersama T.shirt pada tamunya. Melihat tampilan cantik istriku, lelaki asing itu terpesona. Sejak kemarin dia belum sempat benar-benar memperhatikan tampilan istriku ini. Pagi ini, sesudah mandi dan segar pula, lelaki asing itu nggak segan-segan memuji kecantikan istriku. Dibetotnya pantatnya, kemudian dia tarik kepangkuannya di kursi meja makan. &#8216;Mbakk.., kamu cantik sekali..&#8217;, dan mulutnya langsung membungkam mulut istriku. Mereka berpagut dan melumat sesaat. &#8216;Aku mandi dulu ya maass..&#8217;, istriku bangkit dan lelaki itu melepasnya. &#8216;Silahkan mulai makan saja, nanti aku nyusul&#8217;, demikian omong istriku sambil meraih handuk menuju kamar mandi. </p>
<p>***** </p>
<p>Pukul 07.35, Rabu </p>
<p>Selama sarapan lelaki itu berkesempatan memikirkan kembali bagaimana pagi ini dia berada disini. Jauh dari tempat pondokkannya. Jauh dari lingkungan miskinnya. Dia merasa seperti orang kaya yang sebentar lagi akan berangkat kerja ke kantornya. Dia merasa seperti seorang direktur dengan istrinya yang cantik di sampingnya. Dia bukan tukang madu, bukan tanpa alamat tetap, bukan pengangguran yang terpaksa mengasongkan botol madu dari rumah kerumah. Ahh, mungkinkah aku menjangkau hidup macam ini? Tetapi lamunan itu dibantahnya sendiri. Sekolahmu itu apa? Kalau hanya jebolan SMP bisa jadi apa kamu? Aahh, udahlah .. Dia nggak mau berfantasi lebih panjang. Sekarang pikirin saja, bagaimana nanti nyonya ini mau memborong madunya. </p>
<p>&#8216;Mass..&#8217;, terdengar istriku memanggil dari kamar mandi, &#8216;Yaa..&#8217;, &#8216;Masuk sajaa..&#8217;, saat masuk istriku masih telanjang. &#8216;Sini mass, aku pengin dicium di sini, hi, hi, hi..&#8217;. Lelaki itu cepat paham, dipeluknya tubuh basah istriku dan langsung berpagut. Dan tangan istriku langsung mencet bagian depan celana lelaki itu. Dia pencet-pencet hingga dengan cepat daging dalam celana itu membengkak memanjang. Kemudian dengan cekatannya tangan-tangan halusnya membuka kancing celana dan menarik resluiting lelaki itu. Dan lepaslah. Belalai panjang besar dan kehitaman setengah menggelantung keluar dari sarangnya. Istriku langsung jongkok pada lututnya. Diraihnya kontol itu dan diisapnya. Dia jilati dan kulum. Kemudian kepalanya nergerak maju mundur, bibirnya memompa. </p>
<p>Sang tamu memberi respon dengan cepat. Berasa gatal nikmat pada kontolnya, dipegangnya kepala istriku, dimaju mundurkan. Dan dia gerakkan pula maju mundur pantatnya untuk mendorong dan menarik kontolnya sesuai dengan irama dan kuluman istriku. Desahan istriku membangkitkan gairah bersama. Tangan kiri lelaki itu mulai meraih puting susu istriku dan jari-jarinya membuat plintiran yang sungguh merangsang birahi istriku. Pemompaan semakin cepat. Istriku pengin minum sperma lelaki itu untuk yang kesekian kalinya. Lelaki itu tahu, tetapi dia merasa tidak akan semudah yang diharapkan istriku. Sesudah sekian kali sperma terkuras sebelumnya, butuh waktu leih panjang untuk mengurasnya kembali. </p>
<p>Tetapi untuk memenuhi harapan istriku ada jalan. Diraihnya tubuh istriku bangkit. Dia balik ke arah bibir kolam. Diangkatnya satu kaki istriku dan ditahan oleh tangan kirinya. Secara otomatis istriku berpegangan pada bibir kolam. Dan dia arahkan kontolnya menuju kemaluan istriku. Dan jadilah. Istriku disebadani sambil berdiri di kamar mandi. Dia pompa kemaluan istriku. Gerakkan keluar masuk bertubi-tubi kontolnya yang terjepit vagina istriku membuatnya birahinya terkatrol. Dengan cara itu dia akan mampu memeras keluar lagi spermanya. </p>
<p>Dan memang, sesudah beberapa menit berlangsung, terasa oleh lelaki itu bahwa tak lama lagi akan ejakulasi. Pompanya dipercepat. Istriku merintih dan mengerang. Lelaki itupun mendesah-desah. Makin cepat, makin cepat ..dan..,&#8217;Mmbaakk aku mau keluarr.. isepin yaa, isep yaa, isepp..&#8217;, dia copot kontolnya dari vagina istriku, kemudian dia pegang kepala istriku dan tekan agar dia jongkok kembali. Istriku yang memang haus sperma itu langsung jongkok dan mendongakkan wajahnya ke selangkangan lelaki itu. Sementara itu tangan kanan lelaki itu sibuk mengocok-ocok kontolnya yang ujungnya tepat mengarah ke muka istriku. Reaksi istriku adalah menganga, membuka mulut serta menjulurkan lidahnya bersiap untuk menangkap puncratan sperma dari kontol itu. &#8216;Telan nihh.., telan niihh, makan yaa mbbakk, makan pejuhku ya mbbakk.. telann yaa..&#8217;, gumamnya yang diikuti kocokkan yang semakin cepat. </p>
<p>Gumam-gumam itu benar-benar membuat istriku semakin bernafsu. Mulutnya dibuka lebih lebar lagi dan lidahnya dijulurkannya lebih panjang. Dia asongkan lebih ke depan lagi mulutnya hingga ujung kontol itu persis di antara dua bibirnya. Dan tak lama .. </p>
<p>Dari kontol lelaki itu muncrat-muncrat sperma panas dan segar langsung masuk ke rongga mulutnya. Nampak juga lelehan jatuh ke lidahnya. Istriku tetap menganga hingga puncratan itu reda. Sekitar 7 kali puncratan air mani kental milik lelaki itu. Istriku mengenyam-enyamnya. Nampak seakan nggak dibiarkan untuk tertelan. Ingin rongga mulut itu menikmatinya lebih lama. Ingin agar saraf perasa di mulutnya merasakan asin, pahit dan gurihnya air mani ini lebih lama sebelum pada gilirannya tenggorokannya basah dialirinya. </p>
<p>Usai itu, kontol lelaki itu roboh terkulai. Istriku menjilati sisa-sisa sperma di ujung kulupnya. Pasti dia masih dirundung nafsu birahi. Peristiwa barusan yang mendongkrak libidonya perlu diakhiri dengan orgasmenya. Dia berbisik kepada tamunya, &#8216;Maass, boleh nggak kalau aku nyiumin ini sampai aku puas..?&#8217;, lelaki itu kurang ngerti maksud istriku, tetapi dia mengangguk saja. Saat melihat istriku mengambil ketimun jepang, yang ternyata telah disiapkannya sejak mula, lelaki itu mulai paham. Dilihatnya dengan tangan kirinya istriku berusaha memasukkan ujung ketimun tadi ke kemaluannya, sementara tangan kanannya meraih kontolnya untuk di ciumi dan lumat-lumat. uuhh.. nafsunya perempuan ini, demikian dalam pikiran lelaki itu. </p>
<p>Dan yang nampak kemudian adalah tangan kiri yang siuk menahan ketimun sementara pantanya naik turun mendorong kemaluannya melahap ketimun itu, dan di atas sini bibirnya mengecupi, mencium dan menjilat-jilat kontol, ujungnya, bijih pelernya dengan penuh nafsu dan kerakusan. Desahan. erangan dan rintihan nikmat terdengar terus menerus dari mulutnya. Istriku benar-benar ingin mendapatkan kepuasan yang selama ini nggak pernah ia dapatkan. </p>
<p>Lambat tapi pasti, birahinya bergerak memuncak. Adegan erotik yang dilakukannya memberikan rasa penuh bara erotik. Kegatalan pada dinding-dinding vaginanya yang menyeruak menggiring menuju puncaknya. Mulai terasa ada yang akan hadir. Rasa pengin kencing mendesak seluruh otot-otot di seputar kemaluannya. Dengan energi yang sepertinya tak habis-habis istriku mempercepat naik turunnya bokong dan kemaluannya. Ketimun itu dia ayangkan menjadi kontol gede yang menusukinya. Pandangannya mengabur. Kesadarannya ikut mengabur. Rasa malu, sungkan, enggan pada tamunya tak tersisa lagi. Orgasmenya telah berada di ambang. </p>
<p>Dengan teriakan &#8216;Aarrcchh.., hhuuzzhh, ..mmaazzhh, aakk..aakkuu kkelluuaarr..&#8217;, &#8216;Hoohh..hhoohh, hhoohh..hhoohh..hhoohh&#8217;, &#8216;Maass ..hhoohh .. kkelluuarr ..&#8217;. Lelaki itu iba hati. Tetapi dia juga terpancing, kontolnya sempat tegak sesaat melihat adegan erotik itu. Tapi langsung redup. Istriku telah mendapat yang dia inginkan. Dia terduduk di lantai basah. Tangannya menggelayut pada paha lelaki itu. &#8216;Maaf, ya maasszz.. aku jadi nafsu terus niihh sejak ketemu masnyaa..&#8217;. </p>
<p>Beberapa saat kemudian mereka telah kembali ke ruang makan. Istriku sarapan. Semua yang tersedia dia makan habis. Tenaga yang terkuras itu memerlukan kembali energinya. </p>
<p>Beberapa saat kemudian .. </p>
<p>***** </p>
<p>Pukul 08.18, Rabu </p>
<p>&#8216;Mbakk.., saya mesti pulang nihh&#8217;, penjual madu mulai angkat bicara.<br />
&#8216;Iyaa, ntar aku beli madunya. 5 botol saja yaa&#8217;, sambut istriku.<br />
&#8216;Wah, terima kasih banget&#8217;, jawabnya lega.<br />
Tapinya, ada syarat lho&#8217;, istriku senyum-senyum penuh arti, &#8216;Mas mesti kasih hadiah aku&#8217;, sambil alisnya sedikit diangkat dan beranjak dari kursinya langsung minta dipangku. </p>
<p>&#8216;Aku minta sekali lagi. Boleh yaa..&#8217;, lelaki itu paham. Perempuan satu ini memang nafsunya gede banget. Tangannya merangkul leher lelaki itu dan bibirnya langsung mencium. </p>
<p>Lelaki itu membalas dengan tak kalah hangat. Dia sendiri juga memiliki tenaga dan semangat yang berlimpah. Ciuman istriku disambut dengan lumatan. Kembali bertukar lidah dan ludah. </p>
<p>Tangannya mulai meremas-remas susu istriku. Jari-jarinya memilin-milin pentilnya. Istriku kembali memperdengarkan desahnya. Pagutan semakin lekat seakan tak terpisahkan. Geliat istriku sebagai bentuk respon gelitik jari-jari lelaki pada pentilnya membuat duduk lelaki itu sedikit oleng. Sadar kursi di ruang makan itu nggak kuat untuk duduk berdua istriku bangkit. Dibimbingnya lelaki itu ke meja dapur yang kokoh. &#8216;Mas, kaya di kamar mandi lagi, yuuk&#8217;, pinta istriku. </p>
<p>Tanpa menunggu jawaban dia plorotkan celananya hingga tinggal celana dalamnya. Demikian pula sang tamunya. Dia buka kancing celana dan resluitingnya. Celananya dia buang ke lantai. Kontolnya belum ngaceng benar, tetapi dorongan nafsunya sudah mengembang. </p>
<p>Dari arah belakang dirogohkannya tangannya ke blus istriku dan kembali tangannya meremasi buah dadanya. Istriku menempatkan dirinya. Tangannya ertumpu pada meja dapur hingga tubuhnya menjadi sedikit nungging. Lelaki itu menggosok-gosokkan kemaluannya ke pantat istriku. Nampak kemaluan istriku sudah ranum menunggu sodokkan. Tetapi kontol lelaki itu belum sepenuhnya siap untuk menembusinya. </p>
<p>Istriku tahu, dia harus aktip merangsanganya. Pertama-tama dicobanya menggerakkan pantatnya menyambut gosokkan kontol itu. Dan desahannya mulai dijadikan jurus perangsang nafsu lelaki. &#8216;Mass, akkuu mau terus-terusan ngentot sama Mas lhoo&#8217;, rangsang istriku dengan kata-kata kotornya. &#8216;Aku mau lhoo jilatin pantat mass..&#8217;, jurus berikutnya. </p>
<p>Lelaki itu belum menunjukkan sepenuhnya untuk ngentot istriku. Sesudah 6 kali menguras sperma selama hampir 17 jam, libidonya menurun. Masih memerlukan waktu untuk mengangkatnya kembali. </p>
<p>&#8216;Sebaiknya aku nggak paksakan. Tunggu beberapa saat lagi&#8217;, demikian kesimpulan istriku. Mesti diciptakan suasana yang bisa membangkitkan rasa dan memancing birahi. &#8216;Mass, aduuhh.., masih perih nihh..&#8217;, istriku melempar masalah sambil tangan kanannya menahan tubuh dan genjotan lelaki tamunya itu. &#8216;Adduhh..&#8217;, lelaki itu mendengarnya dan gembira dalam hati. Ah, untunglahh.., &#8216;Yaahh.., nggak pa pa, kita duduk-duduk dulu yok, di ruang tamu..&#8217;, dia mengajak pindah ke depan. </p>
<p>&#8216;Ok, aku bikin minuman. Kita dengerin musik. Mas tunggu yaa..&#8217;. Istriku sigap, menyiapkan minuman dan kemudian ke ruang depan ngutak-utik sound system. Tak lama kemudian terdengar lantunan lagi-lagu romantis yang langsung membuat suasana berubah. </p>
<p>Nampaknya tamunya menikmati banget suasana ini. Badannya disenderkan ke sofa, dan kakinya pelan berdendang. Mungkin pikirannya mulai hanyut. </p>
<p>Pukul 08.35, Rabu </p>
<p>Beberapa menit istriku masuk ke kamar. Dia ganti baju. Dia pakai baju yang dia rasa terbaik. Terbaik saat itu adalah yang paling mempesona birahi para lelaki. Blus tipis tanpa BH dengan ketiak yang terbuka dan &#8216;rok kulot&#8217; hingga diatas lutut. Dengan pakaian macam itu artinya dia siap menerima jamahan tangan-tangan kasar lelaki asing itu. Dia siap menerima perlakuan kasar atau penghinaan dari pemilik kontol gede itu. Dia siap jadi budak nafsunya. Wwwoo, dia langsung terbakar oleh bayangannya. Kembali jari-jarinya memainkan pentilnya sendiri. Dia bergelinjang. </p>
<p>Tak lupa parfum. Di pahanya, ketiaknya, memeknya, lehernya. Parfum ini sangat terkenal. Suaminya membelikan sepulang dari Eropah. Baunya sangat lembut tetapi sungguh tak terlupakan. Bau itu akan lekat se-akan selamanya. Bau itu akan selalu dikenang oleh lelaki itu. Bau yang lembut itu akan langsung mendongkrak birahinya. </p>
<p>Dalam alunan musik stereo yang romantis, istriku keluar kamar menuju ruang tamu. Lelaki asing itu masih menaruh kepalanya di sandaran sofa. Matanya setengah meram, tapi bukan ngantuk. Pikirannya sedang melayang dibawa alunan musik romantis itu. </p>
<p>Saat istriku tampil keluar dengan pakaiannya yang sungguh mempesona, kemudian hidungnya disergap oleh parfum yang sangat menghanyutkan, lengkaplah susana romantis di ruang tamu ini. </p>
<p>&#8216;Mass, aku kangen terus ssiihh..&#8217;, suara itu langsung disambung dengan rebahnya tubuh istriku di pangkuannya. Secara otomatis tangn-tangan kekarnya meraih tubuh cantik itu. Dan yang kemudian langsung nyambung dengan dekapan dan pagutan. Sungguh mereka berdua ini sangat hewani, nafsu birahinya nggak habis-habis walaupun selama 18 jam terakhir mereka telah melakukan lebih dari 9 kali hubungan badan.</p>
<p>Bersambung Ke bagian 10</p>
<div id="crp_related"><h3>Related Posts:</h3><ul><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-3.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 3</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-8.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 8</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-2.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 2</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-6.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 6</a></li><li><a href="http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-10.html" rel="bookmark" class="crp_title">Perselingkuhan 19 Jam 10</a></li></ul></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahmesum.com/umum/perselingkuhan-19-jam-9.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
